PT Jasamarga Transjawa Tol telah meluncurkan rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek akibat lonjakan kendaraan yang signifikan selama libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Penerapan contraflow ini mencakup jalur sepanjang 18 kilometer, dari KM 47 hingga KM 65 arah Cikampek, dan dilakukan berdasarkan izin dari pihak kepolisian.
Penerapan Awal dan Respons Pihak Jasamarga
VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyatakan bahwa contraflow mulai diterapkan pada Kamis pagi, 25 Desember 2025, untuk menangani lalu lintas yang meningkat di ruas jalan tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan di arah Cikampek, dan keputusan untuk mengakhiri rekayasa ini sepenuhnya bergantung pada diskresi kepolisian.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Imbauan Keselamatan Untuk Pengguna Jalan
PT Jasamarga juga memberikan imbauan kepada pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan mereka dengan baik, seperti memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima.
Ria menekankan pentingnya untuk 'mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi kenyamanan dan keselamatan bersama'.
Peningkatan Operasional di Gerbang Tol Cikampek
Jasamarga meningkatkan kesiapan operasional di Gerbang Tol Cikampek Utama sebagai respons terhadap lonjakan arus lalu lintas.
Operasional kini mencakup 37 gardu tol yang terbagi di dua gerbang, dengan 19 gardu di Gerbang Tol Cikampek Utama 1 untuk arah Trans Jawa, dan 18 gardu di Gerbang Tol Cikampek Utama 2 untuk arah Jakarta.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: