Paus Leo XIV menyerukan gencatan senjata global menjelang Natal 2025, menekankan pentingnya perdamaian di seluruh dunia. Permintaan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia yang tampak mengabaikan seruan tersebut.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Seruan untuk Perdamaian di Hari Natal
Dalam sebuah konferensi yang diadakan di kediamannya di Castel Gandolfo, Paus Leo XIV meminta semua pihak untuk menghormati hari perdamaian ini. 'Saya memperbarui permintaan saya kepada semua orang yang berkehendak baik untuk menghormati hari perdamaian, setidaknya pada hari raya kelahiran Juru Selamat kita,' ungkapnya dengan tegas.
Harapan Paus adalah agar seluruh dunia dapat mendengar dan merespons seruannya, bahkan jika hanya untuk menciptakan 24 jam perdamaian. Ia mengekspresikan keprihatinan yang mendalam mengenai kenyataan bahwa Rusia tampaknya menolak untuk mematuhi permintaan gencatan senjata ini.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina
Konflik antara Rusia dan Ukraina dimulai dengan invasi Rusia pada Februari 2022, dan hingga saat ini, Rusia masih menolak untuk menghentikan peperangan. Klaim mereka bahwa gencatan senjata hanya akan menguntungkan Ukraina terus menjadi alasan untuk penolakan terhadap permintaan tersebut.
Dalam periode konflik yang berkepanjangan ini, baru-baru ini Ukraina terpaksa menarik pasukan dari sebuah kota di timur negara tersebut setelah menghadapi pertempuran sengit. Situasi ini semakin memperburuk keadaan di wilayah yang sudah rentan akibat perang.
Dampak Kemanusiaan dan Pertemuan Diplomatik
Serangan yang terus-menerus dari pihak Rusia telah menyebabkan jatuhnya banyak korban sipil. Dalam sebuah insiden baru-baru ini, dilaporkan tiga warga sipil tewas, sementara ribuan lainnya terputus aliran listrik di tengah suhu dingin musim dingin yang ekstrem.
Selain itu, pertemuan antara negosiator Rusia dan Ukraina yang berlangsung di Miami akhir pekan lalu tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan. Hal ini menambah keprihatinan akan kemungkinan berlanjutnya konflik yang tampaknya tidak ada ujungnya.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: