Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 11:58 WIB

Membangun Benteng Perlindungan Anak di Era Digital

Author

Membangun Benteng Perlindungan Anak di Era Digital

Perlindungan anak di ruang digital kini menjadi perhatian utama yang tidak bisa diabaikan oleh siapapun, mulai dari individu hingga institusi. Keluarga menjadi garda terdepan dalam menjaga anak-anak dari berbagai risiko yang mengancam di dunia maya.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam melindungi anak-anak saat mengakses internet. Sinergi antara keluarg dan pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.

Risiko dan Peluang dalam Era Digital

Teknologi digital telah merubah cara anak-anak belajar dan berinteraksi dengan dunia sekitar. Meskipun terdapat banyak peluang untuk memperkaya pengetahuan, risiko yang muncul akibat kurangnya pengawasan dapat sangat merugikan.

Anak-anak saat ini mengakses perangkat digital dan internet sedari usia dini, membuat mereka rentan terhadap konten tidak sesuai. Situasi ini mengharuskan orang tua untuk aktif memberikan bimbingan dan kontrol yang memadai.

Penting bagi orang tua untuk memfasilitasi literasi digital agar anak-anak memahami cara menggunakan teknologi dengan bijak. Pengetahuan ini sangat penting untuk melindungi mereka dari potensi ancaman di dunia maya.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain

Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak

Keluarga adalah tempat pertama anak belajar tentang nilai dan batasan dalam penggunaan teknologi. Dalam hal ini, Meutya menjelaskan, "Sebaik apa pun kebijakan negara, orang tua dan anggota keluarga di rumah tetap paling banyak berperan melindungi keamanan anak di ruang digital."

Keterlibatan orang tua dalam pembelajaran digital berfungsi tidak hanya untuk keamanan tetapi juga untuk membangun kepercayaan diri anak. Komunikasi terbuka memudahkan anak dalam berbagi pengalaman yang mereka temui.

Membangun literasi digital membutuhkan usaha untuk menjelaskan fungsi internet dan batasan dalam mengakses konten. Dengan demikian, anak lebih memahami perlunya kontrol dan batasan dalam penggunaan teknologi.

Regulasi dan Komitmen Negara

Pemerintah juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak-anak. Misalnya, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 yang mewajibkan platform digital untuk membatasi akses anak-anak terhadap konten yang tidak sesuai.

"Ini wujud komitmen negara untuk meringankan beban para ibu dan keluarga dalam melindungi anak-anak di era digital," ujar Meutya. Kebijakan ini membantu memberikan rasa aman bagi orang tua ketika membimbing anak-anak mereka.

Langkah resmi pemerintah dalam menangkal paparan konten negatif seperti pornografi dan eksploitasi seksual memberikan harapan kepada orang tua. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan orang tua dapat lebih tenang dan percaya diri dalam mendampingi anak-anak di dunia digital.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Risiko, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU