Senin, 22 DESEMBER 2025 • 19:17 WIB

Tanggapan Menteri Lingkungan Hidup Terhadap Krisis Sampah di Tangerang Selatan

Author

Tanggapan Menteri Lingkungan Hidup Terhadap Krisis Sampah di Tangerang Selatan

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, telah meminta Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, untuk membuka kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Permintaan ini mencuat di tengah kondisi darurat sampah yang semakin memprihatinkan di wilayah tersebut.

Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing

Situasi limbah di Tangerang Selatan menjadi semakin serius dengan tumpukan sampah terlihat di banyak tempat. Hal ini menandakan perlunya tindakan cepat untuk mengatasi krisis limbah yang sedang dihadapi.

Kunjungan Menteri dan Permintaan Pembukaan TPA

Dalam kunjungannya ke kantor Wali Kota Tangsel pada 22 Desember 2025, Hanif menekankan pentingnya mengatasi limbah di daerah tersebut. "Kami minta penanganan sampah di Kota kembali dilakukan di Cipeucang sambil penataan dilakukan," ujarnya.

Hanif menjelaskan bahwa TPA Cipeucang memiliki kapasitas terbatas, sanggup menampung maksimal 400 ton sampah per hari. Sementara itu, Kota Tangerang Selatan menghasilkan limbah mencapai 1.100 ton per hari, meninggalkan kelebihan hampir 600 ton yang perlu segera ditangani.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Inisiatif Wali Kota dan Penanganan Infrastruktur

Wali Kota Benyamin Davnie menyatakan bahwa pihaknya akan mengecek lokasi TPA Cipeucang sebelum memutuskan pembukaannya. "Kami sudah bisa membuang sampah ke Cipeucang itu mulai hari ini. Tapi nanti kita lihat kondisi di lapangan," kata Benyamin.

Ia juga menyoroti pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan ke TPA Cipeucang yang sedang diperbaiki oleh Dinas PU. "Jalan masuknya sedang dikerjakan, dan itu akan selesai pada mungkin dua hari lagi," tambahnya.

Kondisi Pascapenutupan TPA Cipeucang

Sejak TPA Cipeucang ditutup pada 10 Desember 2025, dampak langsung terlihat dengan penumpukan sampah di berbagai sudut kota. Kawasan Ciputat menjadi salah satu yang paling parah dengan kondisi ini.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebelumnya telah melakukan penataan gunungan sampah untuk mengatasi masalah limbah, termasuk pembuatan terasering. Upaya ini dilakukan untuk membenahi isu krisis limbah yang terjadi di kota ini.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU