Jepang kini menghadapi tantangan baru dengan munculnya kelompok kriminal bernama Tokuryu yang berbeda dari Yakuza tradisional.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Kelompok ini mengadopsi metode operasional seperti perusahaan rintisan, tetapi dengan praktik kejahatan yang mengejutkan dan tanpa batasan moral.
Modus Operandi Tokuryu
Tokuryu dikenal dengan metode operasional yang menyerupai startup, memanfaatkan teknologi untuk menipu, terutama terhadap populasi lansia yang rentan.
Salah satu modus penipuan yang paling terkenal adalah 'Ini Aku!', di mana pelaku menyamar sebagai anggota keluarga untuk mendapatkan kepercayaan korban dan meminta uang.
Seorang mantan anggota, Takanori Kuzuoka, mengatakan bahwa banyak generasi muda yang beralih ke Tokuryu mencari peluang yang lebih fleksibel dibandingkan dengan hierarki ketat Yakuza.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Dampak Ekonomi dan Respon Otoritas
Dari Januari hingga Juli tahun ini, penipuan yang dilakukan oleh Tokuryu menyebabkan kerugian hingga 72,2 miliar yen, setara dengan sekitar Rp7,4 triliun.
Polisi Tokyo telah mengidentifikasi Tokuryu sebagai prioritas utama dalam penegakan hukum dan membentuk satuan tugas khusus dengan 100 perwira untuk menangani jaringan ini.
Dalam upaya melawan ancaman ini, pihak berwenang juga mengakui adanya hubungan antara anggota Yakuza lama dan Tokuryu, yang menambah kompleksitas permasalahan.
Penurunan Yakuza dan Alih Fokus Kejahatan
Pada tahun lalu, jumlah anggota Yakuza mencapai rekor terendah dengan hanya 18.800 anggota, yang membuat mereka berupaya mencari celah baru di dunia kejahatan.
Seorang pengacara dari faksi Yakuza terbesar, Yamaguchi-gumi, menyatakan bahwa kondisi ekonomi yang sulit memaksa beberapa anggota untuk terlibat dalam penipuan, meskipun melanggar kode etik mereka.
Pemerintah Jepang kini berfokus untuk memutus jaringan rekrutmen daring yang menjadi salah satu faktor pertumbuhan Tokuryu, dan mencegah perkembangan jaringan kriminal yang lebih besar.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: