Selasa, 16 DESEMBER 2025 • 14:23 WIB

Bantuan Internasional untuk Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Author

Bantuan Internasional untuk Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Pemerintah Aceh telah resmi meminta bantuan kepada dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu UNDP dan UNICEF, untuk menangani bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November lalu.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Bencana tersebut menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa wilayah, dan mengharuskan intervensi dari lembaga internasional yang berpengalaman dalam penanganan bencana.

Tanggapan Lembaga PBB

Kantor Perwakilan PBB di Indonesia mengonfirmasi penerimaan surat resmi dari Pemerintah Aceh yang meminta dukungan untuk pemulihan pascabencana yang mencakup banjir dan longsor.

UNDP saat ini sedang memantau keadaan di lapangan untuk memberikan dukungan terhadap tim penanggulangan bencana di Aceh. 'UNDP telah menerima surat resmi dari Pemerintah Provinsi Aceh pada hari Minggu, 14 Desember 2025,' ujar pernyataan resmi lembaga tersebut.

Sementara itu, UNICEF juga mulai menelaah bidang dukungan yang diperlukan untuk membantu penanganan bencana. 'UNICEF telah menerima surat dari Pemerintah Provinsi Aceh dan saat ini sedang menelaah bidang-bidang dukungan yang diminta,' kata pihak UNICEF.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Situasi di Lapangan

Sejak terjadinya bencana hidrometeorologi, UNICEF bersama lembaga PBB lainnya telah berkolaborasi dengan pemerintah untuk mendukung upaya respons darurat.

Tim UNICEF di Aceh telah diterjunkan untuk memberikan bantuan yang diperlukan, dan Ketua Perwakilan PBB menekankan pentingnya perhatian internasional mengingat pengalaman tsunami 2004.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, juga menyoroti pentingnya pengalaman lembaga-lembaga tersebut dalam penanganan bencana, terutama dalam situasi darurat seperti ini.

Dukungan dan Pengelolaan Bencana

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan bahwa prinsip kemanusiaan harus menjadi dasar dalam menerima bantuan, tanpa mempersoalkan asal-usul bantuan tersebut. 'Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima,' tuturnya.

Dalam sidang kabinet paripurna, Presiden RI Prabowo Subianto menginformasikan bahwa banyak pimpinan negara yang ingin memberikan bantuan untuk penanganan bencana. 'Saya bilang terima kasih concern anda, kami mampu, Indonesia mampu mengatasi ini,' kata Prabowo.

Selain itu, diskusi efisiensi anggaran juga disampaikan Prabowo, menegaskan bahwa anggaran negara telah disiapkan untuk menangani bencana, dengan tambahan dana masing-masing Rp20 miliar untuk provinsi dan Rp4 miliar untuk kota/kabupaten yang terdampak.

Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU