Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa perusakan sumber daya alam (SDA) merupakan bentuk korupsi yang sangat berbahaya.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Banjir Bandung Raya di kampus IPDN Jatinangor pada Senin (9/12/2025).
Perusakan Sumber Daya Alam Sebagai Bentuk Korupsi
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa perampasan aset negara dalam bentuk sumber daya alam dapat memberikan dampak jangka panjang yang merugikan.
Ia menilai tindakan seperti penebangan pohon secara ilegal dan pengambilalihan tanah di daerah aliran sungai merupakan bentuk kejahatan besar.
Dalam pernyataannya, Dedi menyatakan, 'Praktik-praktik tersebut tidak hanya merampas hak negara dan warga, tetapi juga mempercepat kehancuran lingkungan yang dampaknya kini kian nyata.'
Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah lingkungan yang dihadapi.
Dampak Kerusakan Lingkungan di Indonesia
Gubernur Dedi menyoroti bahwa kerusakan lingkungan dapat dilihat dari meningkatnya frekuensi bencana alam, seperti banjir bandang dan tanah longsor yang kerap melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Ia menegaskan bahwa eksploitasi alam tanpa kendali membawa risiko besar bagi masyarakat.
Ia menyatakan, 'Ketika alam rusak, manusia yang akan menerima akibatnya.'
Dengan pernyataan ini, Dedi berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan untuk kebaikan bersama.
Ajakan untuk Peduli Lingkungan
Dedi Mulyadi berharap agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton terhadap kerusakan yang terjadi, tetapi juga berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.
Ia meyakini bahwa dengan kesadaran kolektif, upaya memperbaiki kerusakan lingkungan dapat dilakukan.
Ia percaya bahwa perubahan ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga pada partisipasi masyarakat dalam menjaga sumber daya alam.
Dengan komunikasi dan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, Dedi optimis bahwa kejahatan perusakan alam yang merupakan korupsi paling jahat ini dapat ditekan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: