Anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, mendapat sorotan tajam terkait pernyataannya yang mempertanyakan nilai donasi Rp10 miliar dari Ferry Irwandi untuk korban bencana di Sumatra.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Sindiran tersebut diungkapkan saat rapat dengan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, memicu reaksi beragam dari publik dan pihak yang terlibat.
Kritik Terhadap Donasi dan Respons Ferry Irwandi
Dalam rapat yang diadakan di DPR, Endipat Wijaya mempertanyakan donasi yang dikumpulkan Ferry Irwandi, dengan insinuasi bahwa kontribusi individu tidak sebanding dengan bantuan pemerintah.
Ia menyatakan, "Orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal." Pernyataan ini menunjukkan pandangan bahwa negara memiliki peran dominan dalam penanggulangan bencana.
Meskipun begitu, Ferry Irwandi, CEO Malaka Project, menanggapi sindiran tersebut dengan tenang. Dalam media sosialnya, ia menyatakan, "Saya sama sekali tidak merasa amarah dan kesal, berkat dukungan luar biasa kawan-kawan semua."
Ferry juga menegaskan bahwa ia telah menyampaikan kebutuhan masyarakat di lapangan kepada Endipat, menyoroti pentingnya komunikasi dalam situasi ini.
Permintaan Maaf dari Endipat Wijaya
Setelah pernyataannya viral dan banyak mendapatkan kritik, Endipat Wijaya menghubungi Ferry Irwandi untuk meminta maaf.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Ferry mengonfirmasi hal ini melalui media sosial, "Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf, saya juga menerima itu karena enggaknya memelihara konflik di situasi seperti sekarang."
Permintaan maaf ini dianggap penting mengingat dampak yang luas dari pernyataan tersebut di platform media sosial.
Keduanya setuju tentang pentingnya menjaga dialog dan menghindari ketegangan yang tidak perlu dalam masyarakat.
Dukungan Wakil Presiden Terhadap Inisiatif Warga
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, memberikan dukungan kepada inisiatif warga, termasuk yang dilakukan oleh Ferry Irwandi.
Ia berkomentar, "Gerakan warga bantu warga seperti yang dilakukan oleh banyak lembaga sosial, komunitas, hingga individu merupakan aksi nyata dari semangat gotong-royong dan kepedulian sosial."
Dukungan ini menggambarkan bahwa kontribusi individu dan kelompok dalam penanggulangan bencana memiliki makna yang sangat besar.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat pandangan bahwa gotong-royong merupakan bagian integral dari budaya Indonesia dalam menghadapi tantangan sosial.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: