Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 15:10 WIB

Kisah Sulistia: Dari Gagal Ginjal Stadium 5 Menjadi Inspirasi

Author

Kisah Sulistia: Dari Gagal Ginjal Stadium 5 Menjadi Inspirasi

Seorang wanita asal Tangerang, Sulistia, mengatasi perjalanan beratnya setelah didiagnosis gagal ginjal stadium 5 pada usia 14 tahun.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Kondisinya, yang awalnya dianggap sebagai gangguan asam lambung, berujung pada perawatan intensif yang menyelamatkan nyawanya.

Awal Gejala dan Salah Diagnosis

Sulistia mengalami berbagai gejala yang mengkhawatirkan seperti pembengkakan di seluruh tubuh dan sesak napas. Dalam hampir dua bulan, ia berulang kali mengunjungi klinik, namun setiap keluhannya selalu dianggap sebagai gangguan asam lambung.

Sejumlah dokter bahkan menduga bahwa ia mengalami flek paru, tanpa melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam. Keadaan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh banyak pasien dalam mendapatkan diagnosis yang tepat.

Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel

Perawatan Intensif yang Diperlukan

Keadaan Sulistia memburuk saat ia tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke IGD di rumah sakit Tangerang. Di sinilah, diagnosis yang tepat terungkap: gagal ginjal stadium 5.

Sesampainya di rumah sakit, Sulistia dinyatakan dalam keadaan kritis dan harus menjalani perawatan intensif selama dua minggu. Dalam keadaan koma, dia mulai menjalani cuci darah rutin, yang menjadi bagian penting dari proses penyelamatannya.

Kondisi Terkini dan Kehidupan Sehari-hari

Setelah melewati perawatan yang panjang, Sulistia kini mengaku merasa relatif sehat meskipun harus membatasi asupan cairan. 'Paling kadang sesak aja kalau minum banyak karena minumnya sudah ditakar 600 ml seharian,' ungkapnya.

Pengalaman ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam mendiagnosis penyakit, khususnya pada usia muda. Banyak individu masih berjuang untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang tepat, sehingga penting untuk selalu mencari pendapat kedua jika mengalami gejala yang tidak biasa.

Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU