Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 11:56 WIB

Kritik Terhadap Laporan Menteri ESDM Mengenai Listrik di Aceh

Author

Kritik Terhadap Laporan Menteri ESDM Mengenai Listrik di Aceh

Anggota DPR RI, TA Khalid, memberikan kritik tajam terhadap laporan terbaru Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang menyatakan bahwa 97 persen listrik di Aceh sudah menyala pasca bencana alam.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Menurut Khalid, realita menunjukkan bahwa baru sekitar 60 persen listrik yang aktif, memicu desakan kepada pemerintah untuk memberikan data yang lebih akurat.

Kondisi Terkini Listrik di Aceh

Dalam suasana pemulihan pasca bencana banjir dan longsor, laporan Menteri ESDM mengenai kondisi listrik di Aceh menjadi sorotan publik. Khalid menegaskan bahwa hanya 60 persen listrik yang aktif di 18 kabupaten dan kota terdampak, bukan 97 persen seperti yang diungkapkan oleh pihak kementerian.

Khalid berpendapat bahwa penyampaian informasi yang tidak akurat semacam ini dapat berakibat fatal terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah, terutama bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menangani situasi bencana. Ia mengingatkan bahwa data yang keliru bisa memperlambat proses penanganan yang sangat diperlukan oleh masyarakat Aceh yang sedang dalam keadaan kritis.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus

Pentingnya Laporan Data yang Akurat

Khalid menekankan urgensi bagi pemerintah untuk melaporkan kondisi yang sebenarnya di Aceh. Ia menyatakan, 'Laporkan data sesungguhnya, jangan asal bapak senang. Seluruh menteri saya minta untuk tidak bohongi Presiden soal banjir di Aceh.'

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa pentingnya transparansi dan akurasi informasi dalam situasi darurat. Masyarakat sangat berharap bahwa data yang disampaikan akan membantu penanganan yang lebih efektif terhadap dampak bencana.

Peringatan bagi Pemimpin dan Masyarakat

Khalid juga mengingatkan akan konsekuensi dari ketidakakuratan laporan. Ia menegaskan, 'Bisa jadi saat hunian sementara dibangun, data sesungguhnya juga akan dikurangi, ini akan mengadu pemimpin lokal di Aceh dengan rakyatnya.'

Menghadapi situasi yang genting ini, ia menekankan pentingnya integritas dalam pelaporan, dengan mengingatkan, 'Kita semua bekerja untuk rakyat, jangan sampai rakyat jadi korban atas laporan palsu yang kita sampaikan kepada Presiden.' Ini menegaskan tanggung jawab para pemimpin untuk memastikan ketepatan data yang beredar.

Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU