Mimpi adalah fenomena umum yang dialami banyak orang, meski seringkali tanpa suara. Penjelasan mengenai hal ini terletak pada cara kerja otak kita saat tidur.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Saat tidur, aktivitas otak tetap tinggi, menciptakan pengalaman visual yang mendalam, termasuk mimpi tanpa suara. Ini menunjukkan bagaimana otak mengolah informasi secara efektif.
Aktivitas Otak Saat Tidur
Tidur bukan waktu bagi otak untuk beristirahat penuh. Dalam fase tidur REM (Rapid Eye Movement), aktivitas otak meningkat, menjadikannya saat kita bermimpi.
Selama fase ini, otak memproses semua informasi yang dikumpulkan sepanjang hari, menciptakan gambaran visual yang nyata, meskipun sering kali tanpa suara.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Pengolahan Informasi Tanpa Suara
Banyak mimpi yang kaya dengan detail visual—seperti tempat dan karakter—tetapi diliputi keheningan. Hal ini menunjukkan bahwa otak kita lebih berfokus pada visual daripada auditori dalam memori.
Meskipun kelihatannya aneh, pengalaman semacam ini umum terjadi, mengindikasikan preferensi otak terhadap visual, bahkan di alam bawah sadar.
Perbedaan Individu Dalam Mimpi
Pengalaman mimpi tidak sama bagi setiap orang; beberapa mampu mendengar suara, sementara yang lain tidak. Perbedaan ini mungkin dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari dalam interaksi dengan suara.
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang lebih sering mendengarkan musik atau terbiasa berbicara cenderung mengalami suara dalam mimpi mereka. Namun, fenomena ini tidak berlaku seragam untuk semua.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: