Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan membekukan Direktorat Jenderal Bea Cukai jika tidak segera melakukan perbaikan. Ancaman ini disampaikan saat acara Rapimnas KADIN 2025 dan menuai perhatian luas dari publik.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Menanggapi hal tersebut, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama menegaskan komitmennya untuk menghilangkan citra buruk dan melakukan perbaikan mendasar dalam kinerjanya.
Ancaman Pembekuan dan Komitmen Perbaikan
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya evaluasi mendalam terhadap kinerja Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Ia meminta waktu selama satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menunjukkan perbaikan.
Dia menekankan, "Kalau memang nggak bisa perform ya kita bekukan, dan betul-betul beku. Artinya 16.000 pegawai Bea Cukai kita rumahkan," yang menunjukkan keseriusannya terhadap masalah yang ada.
Dalam sambutannya, Purbaya menunjukkan bahwa pembekuan ini bukanlah ancaman sembarangan, melainkan langkah konkret jika kinerja DJBC tidak kunjung membaik.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Respon dari Dirjen Bea Cukai
Djaka Budi Utama memberikan tanggapan tegas terkait ancaman tersebut, "Ya, intinya bahwa itu adalah bentuk, apa namanya, koreksi. Bentuk koreksi dari Bea Cukai. Yang pasti, Bea Cukai bahwa ke depannya, akan berupaya untuk lebih baik."
Dia juga mengingatkan tentang sejarah kelam pembekuan Bea Cukai pada era Presiden Soeharto, mengatakan, "Apa yang menjadi sejarah kelam tahun 1985-1995 itu, kita tidak ingin itu terjadi ataupun diulangi oleh Bea Cukai."
Hal ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya perbaikan dan menghindari kesalahan serupa. Dirjen juga mencanangkan perbaikan di berbagai sektor, termasuk budaya kerja, kinerja, serta pengawasan di pelabuhan dan bandara.
Rencana Perbaikan Menuju Kepercayaan Publik
Djaka menekankan bahwa peningkatan pelayanan kepada masyarakat menjadi fokus utama mereka. "Tentunya masyarakat ketika kita melakukan pelayanan kepada masyarakat ketika ada ketidakpuasan, ya sedikit demi sedikit kita akan berupaya untuk memperbaikinya," ujarnya.
Dengan perbaikan yang diharapkan, citra negatif Bea Cukai dapat dihapus, dan masyarakat dapat kembali mempercayai instansi ini. Keterbukaan dan responsivitas menjadi kunci untuk mendapatkan kepercayaan publik.
Pihak Bea Cukai juga diharapkan memberikan edukasi dan informasi yang tepat kepada masyarakat agar seluruh proses yang dilakukan menjadi lebih transparan dan dipahami.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: