Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan mengevaluasi tata ruang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat usai bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan ratusan orang.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan pemanfaatan ruang yang selaras dengan karakteristik lingkungan, serta meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.
Evaluasi Tata Ruang Pasca Bencana
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menyatakan bahwa evaluasi tata ruang akan dilakukan setelah tahap tanggap darurat berakhir. 'Kalau sudah tahap tanggap darurat selesai, kami pasti akan melakukan evaluasi tata ruang,' ujarnya.
Langkah ini sejalan dengan praktik sebelumnya di Jakarta, di mana pemerintah melakukan penataan ulang pola ruang setelah banjir besar dengan melibatkan berbagai pihak terkait, baik dari pemerintah provinsi maupun kementerian lainnya.
Evaluasi ini bertujuan untuk menjawab tantangan yang dihadapi dalam pengaturan ruang di wilayah yang terdampak, serta memberikan rekomendasi perubahan pada area yang dianggap tidak mampu beradaptasi terhadap bencana.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Keterlibatan Pemerintah Daerah dan Lintas Sektor
Kementerian ATR/BPN akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam proses evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan ruang yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Nusron menjelaskan bahwa penyesuaian tata ruang harus dilakukan dengan melibatkan semua pihak untuk memastikan keberlanjutan dan keselamatan masyarakat. 'Penyesuaian tata ruang harus dilakukan secara kolaboratif agar tidak sebatas administratif,' jelasnya.
Diharapkan, pemerintah daerah dan kementerian terkait dapat memberikan perspektif yang holistik dalam perencanaan ruang ke depan.
Mendidik Masyarakat tentang Pencegahan Bencana
Nusron menegaskan bahwa penerapan tata ruang yang konsisten sangat penting dalam pencegahan bencana. Ia mengungkapkan bahwa banyak kejadian bencana berakar dari pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungan.
Melalui evaluasi pascabencana ini, pemerintah tidak hanya berupaya memperbaiki wilayah terdampak, tetapi juga memperkuat sistem tata ruang yang lebih defensif. Hal ini untuk memastikan bahwa bencana serupa tidak terulang di masa mendatang.
Ia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam bagi para korban bencana di tiga provinsi tersebut, selaras dengan data terkini dari BNPB yang mencatat korban meninggal mencapai 753 jiwa.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: