Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Cipularang pada Selasa, 2 Desember 2025, mengakibatkan satu orang tewas dan lima lainnya terluka.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Insiden ini melibatkan sembilan kendaraan yang bertabrakan di Kilometer 111 arah Jakarta sekitar pukul 13.40 WIB.
Detail Kecelakaan
Insiden ini melibatkan berbagai jenis kendaraan, antara lain Toyota Kayla, Toyota Avanza dengan nomor polisi D 1074 AFP, serta beberapa truk. Kombinasi ini mencerminkan keterlibatan bukan hanya mobil pribadi tetapi juga angkutan berat.
Kepala Induk Patroli Jalan Raya Cipularang, Kompol Joko Prihantono, menjelaskan bahwa penyebab awal kecelakaan diduga karena kurangnya antisipasi dari pengemudi. Hal ini menyebabkan kendaraan saling bertabrakan secara beruntun.
Penanganan awal atas insiden ini dilakukan dengan cepat di lokasi kejadian, oleh petugas yang sudah bersiaga.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Korban dan Penanganan
Korban yang meninggal dunia, Hery Cristianto, diidentifikasi sebagai pengemudi Honda Jazz yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di lokasi kecelakaan. Lima orang lainnya yang mengalami luka-luka segera mendapatkan penanganan medis untuk meredakan kondisi mereka.
Petugas di lapangan melaksanakan tugas evakuasi dan identifikasi korban dengan baik. Arus lalu lintas sempat tersendat akibat banyaknya kendaraan yang terlibat, namun petugas berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi situasi ini.
Penanganan medis dilakukan secara cepat untuk memastikan bahwa korban terluka mendapatkan perhatian yang diperlukan.
Investigasi dan Penanganan Lanjutan
Unit Gakkum Satlantas Polres Cimahi telah mengambil alih penyelidikan kasus kecelakaan ini. Mereka berencana untuk melakukan penyidikan menyeluruh guna menentukan penyebab pasti dari insiden ini.
Pengaturan lalu lintas juga dilakukan untuk memastikan jalur kembali aman bagi pengguna jalan lainnya. Koordinasi dengan jajaran PJR Polda Jabar dilakukan untuk mempercepat proses pengeluaran kendaraan menuju gate terdekat.
Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya antrian panjang dan mengembalikan lalu lintas ke normal sesegera mungkin.
Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: