Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan memastikan bahwa seluruh pesawat Airbus A320 yang beroperasi di Indonesia telah berhasil melakukan perbaikan perangkat lunak. Pemulihan ini dilakukan untuk mengatasi arahan dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) terkait isu teknis pada software Aileron Elevator (ELAC).
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Pihak Ditjen Hubud menyatakan bahwa perbaikan tersebut penting bagi keselamatan operasional pesawat dan dilaksanakan tanpa mengganggu jadwal penerbangan maskapai. Dirjen Hubud, Lukman F Laisa, menekankan komitmen pihaknya untuk menjaga keamanan penerbangan.
Proses Perbaikan Pesawat Airbus A320
Perbaikan perangkat lunak pada pesawat Airbus A320 yang beroperasi di Indonesia dimulai setelah keluarnya arahan Kelaikudaraan Darurat (Emergency Airworthiness Directive/EAD) dari EASA. Arahan ini mengharuskan seluruh maskapai untuk melakukan pemeriksaan dan pembaruan pada software Aileron Elevator (ELAC) yang berpotensi bermasalah.
Dirjen Hubud, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan dan downgrade software ELAC B 104. Seluruh maskapai yang mengoperasikan pesawat ini kemudian melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan, mengikuti protokol yang telah ditetapkan.
“Ditjen Hubud sudah menerbitkan perintah kelaikudaraan (Airworthiness Directives) dalam rangka menjaga keselamatan penerbangan,” ungkap Lukman dalam pernyataan resmi.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Evaluasi Keselamatan Setelah Perbaikan
Setelah perbaikan dilakukan, evaluasi menyeluruh dilakukan oleh Inspektur Kelaikudaraan dan Inspektur Operasi Pesawat Udara dari Ditjen Hubud. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua pesawat yang telah diperbaiki memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
Lukman juga memberikan apresiasi kepada maskapai yang telah menyelesaikan perbaikan dengan baik dan cepat. “Pesawat telah memiliki komputer kendali Aileron Elevator (ELAC) yang 'layak beroperasi' sebelum melaksanakan penerbangan berikutnya,” tuturnya.
Langkah ini sangat penting agar tidak ada gangguan pada operasional penerbangan nasional pasca recall yang berdampak pada ribuan penumpang.
Recall Global dan Implikasinya di Indonesia
Sebagai tambahan informasi, Airbus melakukan recall terhadap sekitar 6.000 unit pesawat A320 di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh perangkat lunak kontrol yang diketahui sensitif terhadap radiasi matahari.
Airbus menjelaskan bahwa jika pesawat terpapar radiasi matahari secara intens, hal ini dapat merusak software tersebut dan menimbulkan risiko keselamatan yang serius bagi penumpang.
Masalah ini, yang muncul secara mendadak, mengharuskan cepatnya tindakan perbaikan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang dan maskapai untuk berkoordinasi dalam penanganan masalah ini.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: