Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengeluarkan peringatan dini terkait ancaman bibit siklon tropis yang berpotensi terjadi hingga Februari 2026.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Fenomena cuaca ekstrem ini dikhawatirkan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang hingga tanah longsor.
Fenomena Langka dan Efek Coriolis
Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa siklon yang terbentuk di dekat garis khatulistiwa adalah fenomena langka bagi wilayah tropis, termasuk Indonesia.
Ia menyoroti bahwa efek Coriolis biasanya membelokkan angin menjauhi daerah ekuator, sehingga siklon jarang terjadi di area ini.
Peringatan Dini dan Prediksi Ancaman
Meskipun langka, Faisal menegaskan bahwa fenomena ini tetap mungkin terjadi di Indonesia, dengan contoh badai yang menerjang Aceh pada tahun 2001.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Banjir dan badai saat itu menyebabkan total korban mencapai 528 orang dan mencatatkan sejarah kelam.
Berdasarkan analisis terkini, BMKG memprediksi potensi pembentukan bibit siklon ini akan mengancam wilayah perairan selatan Jawa, dengan tanda-tanda yang sudah terdeteksi sejak bulan November.
Tindakan Mitigasi dan Kewaspadaan
Faisal mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi ancaman ini.
BMKG berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan informasi cuaca secara berkala kepada publik.
Ia juga menekankan pentingnya langkah mitigasi dini, dengan meminta pemerintah daerah untuk mempersiapkan logistik, kesiapan SAR, dan pembersihan jalur-jalur drainase.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: