Belanja online sering menjadi pilihan praktis, namun di balik kenyamanan tersebut, terdapat risiko penipuan yang mengintai para konsumen. Dengan berbagai modus yang digunakan, penipu mencari celah untuk menjerat orang-orang yang tidak waspada.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Berikut adalah lima modus penipuan belanja online yang wajib diketahui. Dengan mengenali tanda-tanda ini, kamu dapat melindungi diri dan menghindari kerugian finansial yang tidak diinginkan.
1. Penipuan Pseudo-Situs
Modus pertama yang perlu diwaspadai adalah penipuan yang menggunakan situs palsu. Penipu sering membuat situs web yang mirip dengan situs resmi, namun dengan URL yang sedikit berbeda.
Ketika seseorang melakukan transaksi melalui situs ini, mereka biasanya memasukkan data pribadi dan informasi pembayaran, yang selanjutnya dapat disalahgunakan oleh penipu.
2. Iklan dengan Harga yang Terlalu Murah
Iklan yang menawarkan barang dengan harga jauh lebih murah daripada harga pasar bisa menjadi tanda penipuan. Penjual sering kali menggunakan strategi ini untuk menarik perhatian calon pembeli.
Setelah pembayaran dilakukan, banyak pembeli yang menemukan bahwa barang yang diterima tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan, atau barang tidak sampai sama sekali.
Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer
3. Penipuan Melalui Media Sosial
Media sosial juga sering menjadi platform bagi penipu, di mana mereka menyebarkan iklan dengan tawaran barang murah. Karena kurangnya informasi mengenai kredibilitas penjual, banyak yang terjebak.
Penting untuk selalu memeriksa reputasi penjual sebelum melakukan transaksi, seperti mencari ulasan atau testimonies dari pembeli sebelumnya.
4. Penawaran Barang Langka
Modus lain yang banyak ditemui adalah penawaran barang yang jarang ada. Penipu menciptakan rasa urgensi untuk mendorong pembeli segera melakukan transaksi.
Istilah seperti 'stok terbatas' atau 'hanya hari ini' sering digunakan untuk menekan pembeli agar cepat mengambil keputusan.
5. Penipuan dengan Metode Pembayaran Tidak Aman
Penggunaan metode pembayaran yang tidak aman seperti transfer bank ke rekening pribadi tanpa sistem escrow adalah tanda bahaya lainnya. Penipu biasanya meminta pembayaran sebelum barang dikirim.
Disarankan untuk selalu menggunakan metode pembayaran yang terpercaya agar ada kesempatan untuk mendapatkan kembali uang jika terjadi penipuan.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: