Banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh dapat menyimpan trauma secara fisik, mempengaruhi kesehatan kita secara keseluruhan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Studi menunjukkan bahwa pengalaman emosional yang kuat dapat tercermin dalam kondisi fisik, menjadikannya penting untuk memahami pengaruhnya.
Apa Itu Trauma dan Bagaimana Ia Mempengaruhi Tubuh?
Trauma adalah respons psikologis terhadap pengalaman buruk atau stres yang ekstrem. Badan kita merespons trauma dengan melepaskan hormon stres yang dapat mengubah cara kita berfungsi.
Ketika seseorang mengalami trauma, tubuh menyimpan memori fisik dalam sistem saraf, jaringan otot, dan bahkan organ. Hal ini bisa menyebabkan nyeri tanpa sebab medis yang jelas.
Contoh nyatanya, beberapa orang melaporkan mengalami ketegangan otot atau nyeri punggung setelah peristiwa traumatis. Ini menunjukkan bahwa memori trauma dapat berakar dalam tubuh, bukan hanya pikiran.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Mekanisme Penyimpanan Trauma Dalam Tubuh
Tubuh memiliki kemampuan unik untuk menyimpan kenangan emosional melalui berbagai cara. Salah satunya adalah ketegangan otot yang terus-menerus, sering kali berasal dari kecemasan atau stres.
Studi menunjukkan bahwa saat mengalami trauma, otak mengkategorikannya dan menyimpannya dalam memori. Namun, tubuh juga menampung memori tersebut dan bisa berpadu menjadi rasa sakit fisik.
Ada beberapa metode yang dapat membantu melepaskan trauma dari tubuh, seperti terapi fisik, yoga, dan teknik pernapasan. Metode ini bertujuan untuk menghubungkan kembali pikiran dengan tubuh agar bisa melepaskan ketegangan yang tersimpan.
Dampak Jangka Panjang Trauma Pada Kesehatan
Trauma yang tidak terselesaikan dapat memiliki dampak jangka panjang bagi kesehatan fisik dan mental. Kondisi seperti depresi, kecemasan, dan bahkan masalah jantung bisa muncul akibat trauma yang disimpan.
Karena trauma dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, individu yang menyimpan trauma mungkin lebih rentan terhadap penyakit. Ini menjadi alasan pentingnya menangani trauma secara tuntas.
Perawatan yang efektif untuk trauma sering kali melibatkan pendekatan holistik yang mencakup bantuan profesional dalam bidang mental dan fisik. Dengan demikian, individu dapat melalui proses penyembuhan secara menyeluruh.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: