Belakangan ini, ghosting menjadi fenomena yang semakin umum dalam dunia kencan, terutama di kalangan anak muda. Praktik ini merujuk pada tindakan menghilangnya seseorang dari hubungan tanpa penjelasan, meninggalkan lawan bicara dalam kebingungan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Dengan meningkatnya penggunaan aplikasi kencan dan komunikasi daring, ghosting seolah menjadi pilihan bagi mereka yang enggan menghadapi ketidaknyamanan perpisahan. Namun, betapa seriusnya masalah ini bagi mereka yang ditinggalkan?
Apa Itu Ghosting?
Ghosting adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan menghilangnya seseorang dari sebuah hubungan tanpa memberi penjelasan. Dalam konteks hubungan romantis, ini biasanya terjadi ketika salah satu pihak secara mendadak memutus komunikasi dan mengabaikan pesan yang diterima.
Di era digital saat ini, ghosting semakin mudah dilakukan, terutama melalui media sosial dan aplikasi kencan. Dari sekadar tidak membalas pesan hingga menghapus akun, tindakan ini meninggalkan perasaan bingung dan ditinggalkan bagi yang ditinggal.
Dampak psikologis dari ghosting tidak bisa dianggap sepele. Banyak orang merasa terluka dan bingung ketika ditinggal tanpa penjelasan, seolah-olah mereka tidak memiliki nilai dalam hidup orang yang menghilang.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Mengapa Ghosting Menjadi Normal?
Ada beberapa alasan mengapa ghosting semakin diterima dalam masyarakat. Pertama, kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi memungkinkan komunikasi tanpa tatap muka, yang mengurangi rasa tanggung jawab atas tindakan sendiri.
Kedua, ketakutan menghadapi konfrontasi menjadi penyebab lain. Banyak orang merasa lebih nyaman jika menghilang daripada menjelaskan perasaan mereka dan risiko berbagi informasi yang bisa menyakitkan.
Ada pula anggapan bahwa ghosting lebih baik dibandingkan memberikan jawaban yang menyakitkan. Banyak yang berpikir mereka melakukan kebaikan dengan menghindari pembicaraan yang dapat berujung pada drama.
Dampak dari Ghosting
Dampak ghosting biasanya dirasakan langsung oleh pihak yang ditinggalkan. Mereka sering kali merasa tersisih dan berusaha mencari tahu apa yang salah, padahal keputusan tersebut seringkali sepihak dan tanpa penjelasan.
Ketidakpastian akibat ghosting dapat menyebabkan masalah kesehatan mental, termasuk meningkatnya kecemasan dan perasaan rendah diri. Banyak yang merasa dirugikan dan mempertanyakan nilai diri mereka setelah mengalami tindakan ini.
Dalam jangka panjang, ghosting dapat membentuk cara pandang seseorang terhadap hubungan. Mereka bisa menjadi lebih skeptis dan sulit untuk mempercayai orang lain di masa depan.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: