Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, atau dikenal sebagai Gus Yahya, menghadiri Pesantren Lirboyo di Kediri, Jawa Timur pada Kamis (27/11) untuk membahas krisis internal di organisasi tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Pemanggilan ini terjadi di tengah situasi yang memanas akibat perubahan signifikan dalam kepemimpinan yang telah menimbulkan ketidakpastian di tubuh Nahdlatul Ulama.
Ketegangan Internal di PBNU
Konflik dalam tubuh Nahdlatul Ulama semakin memanas, terutama setelah rapat harian Syuriyah pada 20 November 2025. Rapat tersebut menghasilkan surat edaran yang meminta Gus Yahya untuk mundur sebagai Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari setelah diterimanya keputusan tersebut.
Yahya mengungkapkan keprihatinannya terkait keputusan yang diambil tanpa memberi kesempatan untuk memberikan klarifikasi, mengatakan, "Saya dilarang memberikan klarifikasi. Itu yang paling saya sesalkan." Dia merasa bahwa tuduhan yang dialamatkan padanya tidak dapat diterima tanpa adanya komunikasi.
Dalam perkembangan selanjutnya, situasi ini menunjukkan betapa mendalamnya perpecahan di kalangan anggota organisasi yang seharusnya bersatu dalam semangat mendukung satu sama lain.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Respons Gus Yahya terhadap Surat Edaran
Surat edaran yang menyatakan bahwa Yahya tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU tidak hanya mengejutkan, tapi juga diangap oleh Gus Yahya sebagai keputusan yang tidak sah. Ia menegaskan, "Saya masih tetap dalam jabatan saya sebagai Ketua Umum berdasarkan konstitusi organisasi dan juga berdasarkan pengakuan dari seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan di seluruh Indonesia."
Meski surat tersebut ditandatangani oleh Wakil Rais Aam PBNU, Afifuddin Muhajir, dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir, Gus Yahya merasa bahwa pengambilan keputusan tersebut tidak legit dan memperlihatkan adanya kegentingan di internal organisasi.
Hal ini mengindikasikan bahwa semua pihak perlu meninjau kembali peran dan komunikasi untuk mencapai kesepakatan yang lebih baik.
Langkah Selanjutnya dan Upaya Mediasi
Gus Yahya menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan permasalahan yang mengemuka secepat mungkin. Ia telah berupaya menghubungi Miftachul Akhyar untuk menjadwalkan pertemuan guna membahas solusi terhadap konflik yang terjadi, meski belum mendapatkan respons.
Dengan kalimat, "Mungkin pada satu titik saya akan kirim pesan lagi untuk minta menghadap ya," ia mengisyaratkan ketidakpuasannya dengan situasi saat ini.
Selain berusaha menghadapi konflik internal, ada pula harapan untuk mengembalikan stabilitas dalam organisasi yang telah berdiri selama lebih dari satu abad ini dan menghadapi tantangan yang ada ke depan.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: