Penipuan berkedok lowongan kerja semakin meluas dan menjadi perhatian serius bagi pencari kerja di Indonesia. Kerugian yang ditimbulkan bukan hanya materi, tetapi juga psikologis bagi mereka yang terjebak dalam praktik ini.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Banyak individu masih menjadi korban berbagai modus penipuan yang mengincar harapan para pencari kerja. Mengetahui cara mengenali penawaran yang mencurigakan sangat penting untuk menghindari kerugian.
Modus Penipuan yang Umum
Salah satu modus penipuan yang umum adalah tawaran kerja yang datang melalui email atau pesan singkat tanpa adanya proses seleksi yang jelas. Penipu biasanya menjanjikan gaji yang tinggi dengan sedikit syarat.
Selain itu, penipuan sering kali mengharuskan pelamar membayar biaya tertentu untuk mendapatkan pekerjaan. Biasanya, mereka mengaku adanya biaya administrasi atau pelatihan yang harus dibayar terlebih dahulu.
Modus lain yang harus diwaspadai adalah penawaran pekerjaan dari perusahaan palsu. Penipu sering menggunakan nama perusahaan terkenal untuk menarik perhatian pelamar.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Ciri-Ciri Lowongan Palsu
Ciri-ciri lowongan kerja palsu sering kali terlihat dari penawaran yang terlalu menggiurkan. Jika gaji yang ditawarkan jauh di atas rata-rata untuk posisi tersebut, ini bisa jadi tanda peringatan.
Perusahaan yang sah biasanya memiliki email resmi dengan domain mereka sendiri, bukan menggunakan layanan email gratis seperti Gmail atau Yahoo. Jika menerima tawaran dari akun pribadi, tingkatkan kewaspadaan Anda.
Perhatikan juga tata bahasa dan penulisan iklan lowongan tersebut. Banyak iklan fiktif yang mengandung kesalahan ketik atau tidak profesional.
Tips Menghindari Penipuan
Sebelum melamar, selalu lakukan riset mengenai perusahaan tersebut. Cek apakah mereka memiliki website resmi dan cari tahu review dari orang lain yang pernah bekerja di sana.
Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang tidak masuk akal. Ambil waktu untuk berpikir dan jangan ragu untuk bertanya kepada orang lain tentang tawaran yang Anda terima.
Akhirnya, gunakan situs lowongan kerja terkemuka yang memiliki reputasi baik. Hindari mengakses tawaran yang tidak jelas sumbernya.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: