Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 14:41 WIB

Tegasan China terhadap Taiwan dalam Konteks Geopolitik

Author

Tegasan China terhadap Taiwan dalam Konteks Geopolitik

Dalam panggilan telepon antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Xi menegaskan kembali sikap Beijing terkait Taiwan sebagai bagian integral dari kedaulatan China.

Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan

Sikap ini disampaikan pada Senin, 24 November 2025, di mana Xi menyebutkan pentingnya pengakuan terhadap posisi tersebut dalam sejarah dan politik internasional.

Peringatan Xi Jinping kepada AS

Xi Jinping menyampaikan pesannya melalui Kementerian Luar Negeri China, menegaskan bahwa kembalinya Taiwan ke pangkuan China adalah bagian dari tatanan internasional pasca-perang.

Ia menyatakan, "Kembalinya Taiwan ke China merupakan bagian integral dari tatanan internasional pasca-perang yang dibentuk dalam perjuangan bersama AS-China melawan fasisme dan militerisme," yang menggarisbawahi posisi Beijing dalam konteks global.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa China melihat isu Taiwan tidak hanya sebagai masalah internal, tetapi juga sebagai bagian dari dinamika politik internasional yang lebih besar.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Sejarah Taiwan dan Hubungannya dengan China

Sejarah Taiwan sebagai bagian dari China telah melalui berbagai fase, termasuk masa penjajahan Jepang yang berlangsung selama sekitar 50 tahun hingga akhir Perang Dunia Kedua.

Setelah perang, Taiwan kembali ke Republik China, tetapi situasi politik berubah drastis ketika perang saudara di China berujung pada pembentukan pemerintahan Partai Komunis di Beijing.

Partai Komunis kemudian mengklaim Taiwan sebagai bagian dari kedaulatan mereka, mengakibatkan ketegangan yang terus berlanjut hingga saat ini.

Isu Terkait Taiwan dan Hubungan AS-China

Dalam beberapa tahun terakhir, Taiwan menunjukkan minat untuk memisahkan diri dari China, yang telah meningkatkan ketegangan dalam hubungan regional di Asia Timur.

Xi dan Trump juga membahas isu-isu lain seperti Palestina dan konflik Rusia-Ukraina dalam percakapan tersebut, menunjukkan kompleksitas hubungan internasional yang saling terkait.

Selain itu, mereka mengonfirmasi rencana kunjungan Trump ke China yang dijadwalkan pada April tahun depan, menandakan pentingnya diplomasi dalam meredakan ketegangan politik.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU