Senin, 24 NOVEMBER 2025 • 11:34 WIB

Menteri Pertanian Pastikan Pengawasan Ketat atas Beras Impor Ilegal di Indonesia

Author

Menteri Pertanian Pastikan Pengawasan Ketat atas Beras Impor Ilegal di Indonesia

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa nasib 250 ton beras impor ilegal yang masuk ke Indonesia akan ditentukan berdasarkan keputusan pengadilan. Proses tersebut diperkirakan memakan waktu yang cukup lama.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Saat ini, beras-beras ilegal tersebut telah disegel dan disimpan di gudang PT Multazam Sabang Group, dengan larangan untuk dikeluarkan.

Latar Belakang Kasus Impor Ilegal

Kasus beras impor ilegal ini terungkap berkat penelusuran oleh Kementerian Pertanian yang meningkatkan pengawasan terhadap impor komoditas pangan. Menteri Amran mengingatkan peristiwa serupa terjadi pada tahun 2017 ketika jagung ilegal juga ditemukan dan harus dikembalikan.

Dalam konferensi pers pada 23 November 2025, Amran menjelaskan, "Kalau dulu pernah terjadi jagung 2017 kalau tidak salah, kami dapatkan barangnya, sudah rapat di Surabaya, tetapi izinnya belum keluar dari pertanian. Langsung kami suruh balik semua."

Penemuan ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan yang ketat, terutama dalam upaya menjaga swasembada pangan di Indonesia.

Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat

Tindakan dan Kerjasama dengan Aparat Hukum

Kementerian Pertanian bekerja sama dengan aparat hukum untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai pelaku di balik impor beras ilegal ini. Amran menegaskan, "Pihaknya menggandeng aparat hukum untuk mendalami pelaku impor beras ilegal tersebut, adapaun pengusutan saat ini masih terus dilakukan."

Dugaan sementara menyebutkan bahwa beras ilegal tersebut berasal dari Thailand dan Vietnam, yang menambah kompleksitas dalam penanganan kasus ini.

Upaya pemerintah dalam mengeliminasi praktik impor ilegal diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku dan mendukung kepatuhan terhadap regulasi yang ada.

Kondisi Stok Pangan di Sabang

Menteri Amran mengungkapkan bahwa kondisi stok pangan di daerah Sabang dipastikan masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Beliau berkata, "Beras kita di sana cukup besar. Ada hampir 402 ton untuk 3 bulan, siap."

Optimisme pemerintah mengenai swasembada pangan tetap tinggi meski ada isu impor ilegal yang beredar.

Amran menegaskan, "Ini adalah kehormatan bangsa kalau kita bisa berdaulat pangan," menunjukkan komitmen untuk mengamankan pasokan pangan di dalam negeri.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU