Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wali Kota New York terpilih Zohran Mamdani di Gedung Putih menjadi sorotan penting dengan harapan kerjasama ke depan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Setelah serangkaian ketegangan selama kampanye, baik Trump maupun Mamdani mengeluarkan pernyataan optimis usai pertemuan tertutup tersebut.
Latar Belakang Ketegangan Antara Trump dan Mamdani
Ketegangan antara Donald Trump dan Zohran Mamdani mulai mencuat ketika kampanye pemilihan wali kota New York berlangsung. Trump, dalam kapasitasnya sebagai anggota Partai Republik, menyebut Mamdani sebagai 'komunis gila', yang mencerminkan ketidakpuasan terhadap pencalonan dari Partai Demokrat.
Mamdani, legislator dari Queens, berhasil mengejutkan banyak pihak dengan mengalahkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo di pemilihan pendahuluan Partai Demokrat. Kemenangan ini memicu reaksi balasan dari Trump di media sosial, di mana ia meremehkan kemampuan dan penampilan Mamdani.
Seiring mendekatnya pemilihan wali kota yang dijadwalkan pada 3 November, serangan Trump semakin intensif. Ia bahkan menyatakan bahwa 'setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani adalah orang bodoh', yang memicu kemarahan di berbagai kalangan masyarakat.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Risiko, dan Tips Keamanan
Kemenangan Mamdani dan Reaksi Trump
Kemenangan Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York menarik perhatian publik dengan pidato kemenangan yang menyentuh. Dalam pidatonya, Mamdani menyatakan bahwa kemenangannya adalah simbol kebangkitan politik dan tantangan terhadap retorika Trump.
'Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati oleh Donald Trump bagaimana cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya,' kata Mamdani, menegaskan komitmennya untuk menjadikan New York sebagai rumah bagi berbagai komunitas.
Ia mengajak masyarakat untuk merayakan keberagaman dan terlibat dalam perubahan, menekankan pentingnya inklusi bagi semua lokasi di kota.
Transformasi Hubungan Menuju Kolaborasi
Usai pertemuan di Gedung Putih, Trump memberikan pujian yang mengejutkan kepada Mamdani. Ia menyatakan harapannya bahwa Wali Kota baru ini akan membawa perubahan positif dan menekankan bahwa kinerja pemerintah tidak seharusnya terbatasi oleh perbedaan partai.
'Saya tetap berharap akan ada seorang wali kota yang hebat,' ungkap Trump, sebuah pernyataan yang mencerminkan perubahan sikap terhadap Mamdani.
Mamdani mengapresiasi diskusi yang diadakan, dengan menekankan fokus pada isu-isu krusial yang perlu dihadapi untuk kebaikan warga New York, terutama ketidakadilan yang dihadapi oleh komunitas tertentu di kota.
Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: