Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memberikan pernyataan penting tentang pembangunan negara dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Sabtu (22/11). Ia menekankan perlunya kerja sama berkelanjutan antar negara untuk mencapai keberlanjutan pembangunan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dalam pidato tersebut, Gibran menggambarkan pentingnya kedaulatan negara dalam menentukan jalur pembangunan masing-masing. Ia menambahkan bahwa pertumbuhan global harus memastikan keadilan dan inklusivitas bagi seluruh negara.
Kedaulatan dalam Proses Pembangunan
Dalam pidatonya, Gibran menyatakan, "Indonesia percaya bahwa setiap negara berhak memetakan jalur pembangunannya sendiri karena tidak ada satu model yang cocok untuk semua. Tidak ada yang namanya metode terbaik." Pernyataan ini menunjukkan posisi Indonesia yang mendukung prinsip kedaulatan negara dalam pembangunan.
Gibran lebih lanjut menegaskan bahwa pertumbuhan global harus bersifat adil dan inklusif. Menurutnya, kombinasi kebijakan pembangunan yang efisien dan pemerataan kesejahteraan menjadi prasyarat penting bagi kemajuan semua negara.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Menjaga Keadilan Sosial dan Lingkungan
Wakil Presiden juga menyoroti perhatian KTT G20 terhadap isu keuangan berkelanjutan. Ia menjelaskan, "Dunia membutuhkan pembiayaan yang lebih mudah diakses, terprediksi, dan setara, terutama bagi negara-negara berkembang, melalui keringanan utang, pembiayaan inovatif, pembiayaan campuran, dan mekanisme transisi hijau."
Komitmen Pemerintah Indonesia dalam hal ini terlihat dari alokasi lebih dari separuh anggaran iklim nasional yang mencapai sekitar 2,5 miliar dolar AS per tahun. Anggaran ini difokuskan untuk mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hijau dan pembangunan infrastruktur berketahanan iklim.
Agenda Utama di KTT G20
Selama KTT G20, Gibran akan menyampaikan pidato dalam tiga sesi utama. Sesi kedua akan membahas penguatan pembangunan dunia yang tangguh, termasuk isu kebencanaan dan transisi energi yang berkeadilan.
Sesi ketiga akan membahas tentang pekerjaan layak dan tata kelola kecerdasan buatan. Gibran juga mendorong perhatian lebih pada mineral kritis, yang merupakan salah satu fokus utama Indonesia dalam pertemuan G20 kali ini.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: