Makanan fermentasi kini menjadi fokus perhatian dalam diskusi kesehatan, terutama mengenai dampaknya terhadap kesejahteraan mental. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa makanan ini dapat berkontribusi positif terhadap suasana hati seseorang.
Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana
Proses fermentasi tidak hanya memperbaiki rasa makanan, tetapi juga dianggap mampu memberikan manfaat psikologis yang signifikan. Mari kita dalami bagaimana makanan tersebut bisa menjadi solusi untuk meningkatkan mood.
Apa itu Makanan Fermentasi?
Makanan fermentasi adalah proses pengolahan makanan yang melibatkan mikroorganisme seperti bakteri, ragi, dan jamur. Contoh umum makanan fermentasi termasuk yogurt, kimchi, sauerkraut, dan tempe.
Selama proses ini, mikroorganisme mengubah gula dan karbohidrat menjadi asam, gas, atau alkohol. Proses tersebut tidak hanya membuat makanan lebih kaya rasa, tetapi juga meningkatkan nilai gizinya.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Bagaimana Makanan Fermentasi Mempengaruhi Mood?
Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesehatan pencernaan dengan kesehatan mental, dikenal sebagai gut-brain axis. Makanan fermentasi dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan berkontribusi pada produksi neurotransmitter.
Salah satu neurotransmitter yang terlibat adalah serotonin, yang sangat berperan dalam mengatur suasana hati. Sekitar 90% serotonin dalam tubuh diproduksi di usus, sehingga kesehatan usus berpengaruh langsung terhadap mood secara keseluruhan.
Kombinasi Makanan Fermentasi dan Nutrisi Lain
Menggabungkan makanan fermentasi dengan pola makan sehat sangat vital. Misalnya, mengonsumsi sayuran segar dan biji-bijian dapat memperkuat efek positif makanan fermentasi terhadap kesehatan mental.
Tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, konsumsi makanan fermentasi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup. Melalui perbaikan kesehatan pencernaan, kita dapat merasa lebih energik dan optimis.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: