Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 19:06 WIB

Meningkatnya Sensitivitas Terhadap Kebisingan di Kehidupan Urban

Author

Meningkatnya Sensitivitas Terhadap Kebisingan di Kehidupan Urban

Di tengah kehidupan urban yang semakin padat, kebisingan menjadi bagian dari keseharian kita. Namun, banyak orang merasa semakin sensitif terhadap suara di sekitarnya.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz

Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu kota saja, melainkan menjadi masalah global yang menarik perhatian banyak orang, terutama di Indonesia.

Perubahan Lingkungan dan Urbanisasi

Dalam beberapa dekade terakhir, peningkatan urbanisasi di Indonesia membawa banyak perubahan. Dengan banyaknya bangunan baru, transportasi umum, dan pusat-pusat perdagangan, tingkat kebisingan di kota-kota besar melonjak drastis.

Menurut penelitian oleh Universitas Indonesia, kebisingan dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang. Lingkungan yang bising dapat menyebabkan stres dan ketidaknyamanan yang berkepanjangan.

Dari survei yang dilakukan, ditemukan bahwa 60% responden merasa lebih sensitif terhadap kebisingan dibandingkan lima tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kesadaran akan dampak buruk suara yang berlebih.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dampak Teknologi dan Media Sosial

Perkembangan teknologi juga berkontribusi terhadap ketidaknyamanan ini. Dengan adanya perangkat seperti smartphone, orang sering kali terpapar dengan suara-suara dari notifikasi atau panggilan yang terus menerus.

Situasi ini semakin memperburuk kondisi psikologis masyarakat yang sudah tertekan oleh kebisingan urban yang meningkat.

Faktor Psikologis dan Kesehatan

Kecenderungan manusia untuk merasa lebih sensitif terhadap suara seiring dengan meningkatnya stres dalam hidup sehari-hari. Menurut dr. Sari, seorang psikolog, "Kebisingan dapat berkontribusi pada gangguan tidur dan meningkatkan kecemasan."

Hal ini berarti kesehatan mental dan kondisi psikologis seseorang sangat berpengaruh terhadap persepsi mereka terhadap kebisingan. Misalnya, orang yang mengalami kecemasan lebih cenderung merasa terganggu oleh suara-suara kecil.

Dari hasil penelitian, individu yang mengalami masalah tidur akibat kebisingan memiliki potensi lebih besar untuk mengembangkan gangguan kesehatan jangka panjang.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU