Di kedalaman 3.300 meter di bawah permukaan laut Alaska, sebuah ekspedisi kapal selam NOAA Ocean Exploration menemukan objek aneh berwarna emas yang menyerupai telur.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Benda berdiameter sekitar 10 sentimeter ini ditemukan selama ekspedisi 23 hari pada tahun 2023, dan kehadirannya kini menjadi misteri yang menarik perhatian para ilmuwan.
Detail Penemuan dan Deskripsi Objek
Benda misterius tersebut ditemukan menempel di batuan dasar laut selama kegiatan eksplorasi. Peneliti melakukan pengamatan awal dan menemukan sebuah lubang di salah satu sisinya, yang memicu berbagai spekulasi mengenai identitas sebenarnya.
Sejumlah peneliti meyakini benda ini mungkin merupakan cangkang telur dari spesies yang belum dikenal, spons mati, atau mungkin merupakan karang. Salah satu peneliti mengungkapkan rasa kebingungannya, "Saya tidak tahu benda apa itu."
Ketidakpastian ini semakin membuat penasaran, apalagi harapan peneliti lain agar tidak ada yang keluar dari objek tersebut ketika disentuh, menandakan kekhawatiran akan potensi penemuan yang lebih besar di dalamnya.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Rekor Baru Liverpool dan Pergerakan Tim Lain
Hipotesis Mengenai Identitas Benda
Kerry Howell, seorang ahli ekologi laut dalam dari University of Plymouth, memberikan hipotesis bahwa benda tersebut kemungkinan adalah telur dari hewan laut. Dalam penjelasannya, Howell mengatakan, "Kami menganggapnya telur karena teksturnya. Rasanya berdaging dan tidak memiliki anatomi yang jelas."
Dia menambahkan bahwa ukurannya cukup besar dan mengatakan, "Itu bukan telur ikan kecil. Itu adalah benda yang cukup besar." Pertanyaan yang muncul adalah siapa pemilik telur tersebut, terutama mengingat fakta bahwa hewan bertelur biasanya menempatkan telur dalam kelompok.
Penemuan ini semakin menarik karena objek tersebut ditemukan sendirian, yang merupakan hal langka dalam konteks penemuan telur-telur laut.
Pentingnya Penemuan Ini untuk Ilmu Pengetahuan
Penemuan ini memberikan pengingat akan keterbatasan pengetahuan kita tentang lautan dalam. Berdasarkan analisis data penyelaman laut dalam, saat ini manusia baru menjelajahi sekitar 0,001 persen dari dasar laut dalam.
Hal ini menunjukkan bahwa hampir seluruh ekosistem terbesar planet kita masih menjadi misteri. Sam Candio, koordinator eksplorasi NOAA Ocean Exploration, mengungkapkan rasa kagumnya: "Bukankah laut dalam begitu aneh dengan cara yang menyenangkan?"
Meskipun objek tersebut berhasil dikumpulkan, identifikasi pasti masih belum didapatkan. Candio menambahkan, "Meskipun agak merendahkan hati karena bingung dengan temuan ini, ini berfungsi sebagai pengingat betapa sedikitnya yang kita ketahui tentang planet kita."
Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: