Pesepakbola Rizki Nur Fadhilah, yang sempat diberitakan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), melakukan klarifikasi melalui media sosial, memastikan bahwa ia dalam keadaan baik dan tidak mengalami paksaan untuk pergi ke luar negeri.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Rizki menyatakan keinginannya untuk segera kembali ke Tanah Air dan menjelaskan anggaran biaya yang diperlukan untuk pemulangannya dalam video yang diunggah pada 18 November 2025.
Klarifikasi Rizki Melalui Media Sosial
Dalam klarifikasinya, Rizki Nur Fadhilah menyatakan, "Saya ingin meluruskan fakta terkait isu yang sedang beredar dikarenakan itu tidak pernah, itu kemauan saya sendiri tidak ada paksaan dan di sini saya baik-baik aja kondisi saya aman tadi saya sudah dikasih makan." Ia menegaskan bahwa semua cerita menjadi korban adalah tidak benar.
Isu mengenai Rizki yang mungkin menjadi korban TPPO muncul setelah informasi awal menyebutkan ia dibawa ke luar negeri untuk mengikuti seleksi di klub sepakbola. Namun, Rizki merinci keadaan sebenarnya melalui video tersebut, membantah semua tuduhan yang beredar.
Ia mencatat, "itu dibikin cerita karena kepingin pulang secepatnya," yang menunjukkan bahwa ketidaknyamanannya di tempat yang ia tinggali menjadi alasan utama keinginannya untuk kembali ke Indonesia.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Rincian Permintaan Biaya untuk Pulang
Rizki juga menjelaskan dalam video bahwa terdapat biaya yang diperlukan untuk pemulangannya. Ia menyebutkan bahwa perusahaan tempatnya bekerja meminta uang tebusan sebesar 42 juta rupiah yang mencakup tiket pulang dan biaya lainnya.
Ia menulis di akun TikTok-nya, "Saya ingin meluruskan masalah yang terkait viral di Indonesia, saya sebenernya nggak disiksa dan nggak diapa-apain cuma saya pengen pulang aja krna gak betah." Pernyataan ini memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai situasi yang dihadapinya.
Biaya tersebut juga mencakup ongkos taksi, makan, serta biaya administrasi dari Indonesia ke Kamboja, visa, paspor, dan biaya agen. Rizki menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah meminta uang lebih dari yang disebutkan.
Pentingnya Kesadaran Terhadap Isu TPPO
Kasus Rizki menarik perhatian luas karena berkaitan dengan isu Tindak Pidana Perdagangan Orang, yang merupakan masalah serius dalam dunia sepakbola serta sektor lainnya. Penegakan hukum terhadap pelaku TPPO membutuhkan kerjasama semua pihak untuk mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan.
Rizki melanjutkan, "Berangkat ke sini tidak ada pemaksaan apalagi kekerasan, intinya saya ingin pulang ke sana karena saya tidak betah di sini." Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan penanganan isu TPPO di sektor olahraga.
Upaya untuk memulangkan individu yang terjebak dalam jaringan TPPO, termasuk atlet, harus melibatkan pemerintah dan organisasi non-pemerintah untuk memberikan perlindungan yang memadai.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: