Saudi Arabia Ditetapkan Sebagai Sekutu Utama Non-NATO Dalam Kunjungan Bersejarah Pangeran Mohammed bin Salman
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Arab Saudi telah ditetapkan sebagai sekutu utama non-NATO. Pengumuman ini disampaikan saat jamuan makan malam dengan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, di Gedung Putih.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Trump menekankan bahwa penetapan ini merupakan langkah penting bagi kerja sama militer kedua negara, melanjutkan hubungan yang terjalin meski ada sejumlah kontroversi yang menyertainya.
Kunjungan Bersejarah Pangeran Mohammed bin Salman
Kunjungan Pangeran Mohammed bin Salman ke Gedung Putih pada 18 November 2025 adalah yang pertama setelah kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Ketegangan hubungan AS-Saudi meningkat akibat dugaan keterlibatan MBS dalam peristiwa tragis tersebut, yang secara resmi dibantah oleh pemerintah Saudi.
Selama jamuan makan malam, Trump membela MBS dengan menyatakan bahwa Putra Mahkota Saudi "tidak tahu apa-apa tentang itu", merujuk pada tuduhan yang mengaitkan MBS dengan pembunuhan Khashoggi. Pernyataan ini mencerminkan upaya untuk memelihara hubungan baik antara kedua negara di tengah kontroversi.
Selain membahas isu terkait pembunuhan Khashoggi, kunjungan ini juga menjadi momentum bagi kedua pihak untuk membahas keamanan dan kerjasama militer, termasuk penetapan Arab Saudi sebagai sekutu utama non-NATO.
Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan
Penetapan Status Sekutu Utama Non-NATO
Status "sekutu utama non-NATO" yang diberikan kepada Arab Saudi mencerminkan keinginan untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan. Penetapan ini diatur melalui hukum yang memberikan keuntungan dalam kerja sama keamanan tanpa komitmen keamanan eksplisit.
Trump menyatakan, "Malam ini, saya dengan bangga mengumumkan bahwa kami telah meningkatkan kerja sama militer ke tingkat yang lebih tinggi..." Pernyataan ini menegaskan pentingnya hubungan strategis antara AS dan Saudi di tingkat regional dan global.
Sebelumnya, negara-negara seperti Bahrain, Mesir, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Israel telah lebih dahulu mendapatkan status serupa, menjadikan Arab Saudi bergabung dengan jajaran negara-negara strategis mitra AS.
Perjanjian Penting yang Diteken Selama Kunjungan
Selama kunjungan MBS, kedua negara menandatangani beberapa perjanjian penting, termasuk kerjasama dalam energi nuklir sipil dan pembelian jet tempur F-35. Perusahaan-perusahaan AS akan menjadi mitra pilihan Saudi dalam proyek nuklir sipil.
Pembelian jet tempur F-35 merupakan bagian dari perjanjian pertahanan yang lebih luas, menunjukkan komitmen Saudi untuk memperkuat pertahanan di tengah tantangan keamanan regional.
MBS menegaskan bahwa isu negara Palestina menjadi krusial dalam menjalin hubungan dengan Israel, dan menekankan perlunya "jalan yang jelas" untuk memenuhi aspirasi pembentukan negara Palestina.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: