Penyakit tidak menular seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung kini menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia, menurut laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Data menunjukkan bahwa angka kematian akibat penyakit ini melampaui jumlah kematian akibat penyakit infeksi.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz
Ini merupakan pergeseran signifikan dalam perhatian kesehatan global, di mana selama ini fokus banyak orang lebih tertuju pada penyakit infeksi. WHO menyebutkan lebih dari 71% dari 56 juta kematian yang tercatat pada tahun 2016 disebabkan oleh penyakit tidak menular.
Permasalahan Penyakit Tidak Menular
Penyakit tidak menular (PTM) mencakup berbagai kondisi kesehatan yang tidak ditularkan dari individu ke individu lain, seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis.
WHO menyatakan perlunya perhatian lebih pada pencegahan dan pengelolaan penyakit ini, mengingat dampaknya yang besar bagi kesehatan masyarakat.
Banyak negara mulai menyadari pentingnya diagnosis dini dan perawatan yang tepat untuk menanggulangi PTM.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari
Statistik dan Dampak Global
Laporan WHO menunjukkan bahwa angka kematian akibat PTM terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat perhatian banyak pihak lebih terfokus pada penyakit infeksi, terutama selama pandemi COVID-19.
Dampak dari angka kematian ini sangat signifikan, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi sistem kesehatan global. Biaya perawatan kesehatan meningkat, dengan banyaknya pasien yang memerlukan perawatan jangka panjang dan berkelanjutan.
Masyarakat harus lebih sadar akan risiko yang ditimbulkan oleh penyakit tidak menular ini.
Tantangan dalam Penanganan Penyakit Tidak Menular
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit tidak menular adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan faktor risiko yang ada. Banyak orang tidak mengetahui pentingnya menerapkan gaya hidup sehat untuk mencegah PTM.
WHO mendorong setiap negara untuk meningkatkan upaya edukasi dan pencegahan, serta akses terhadap perawatan yang diperlukan. Pengurangan konsumsi alkohol dan rokok serta peningkatan pola hidup sehat menjadi langkah-langkah krusial.
Pendidikan dan kampanye kesehatan yang efektif sangat diperlukan untuk mendorong perubahan perilaku di masyarakat.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: