Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 16:00 WIB

Peningkatan Kasus Gagal Ginjal Kronis: Masalah Kesehatan Global yang Terabaikan

Author

Peningkatan Kasus Gagal Ginjal Kronis: Masalah Kesehatan Global yang Terabaikan

Dunia sedang menghadapi masalah kesehatan serius terkait penyakit ginjal kronis yang jarang diperhatikan.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Kasus gagal ginjal melonjak drastis, dengan angka terbaru menunjukkan 788 juta orang dewasa terdampak pada tahun 2023.

Peningkatan Kasus Gagal Ginjal dan Penyebabnya

Riset terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menunjukkan bahwa kasus gagal ginjal atau CKD meningkat seiring dengan perkembangan gaya hidup modern.

Dalam sebagian besar kasus, penderita berada di stadium awal yang tidak menunjukkan gejala jelas, sehingga mereka tidak menyadari kerusakan yang sedang terjadi pada ginjal.

Menurut IHME, faktor risiko utama meliputi gula darah puasa tinggi, kegemukan, dan hipertensi.

Meskipun diabetes dan hipertensi adalah penyebab utama, pola makan, lingkungan, dan faktor sosial ekonomi juga berkontribusi terhadap peningkatan CKD.

Ketimpangan Akses Layanan Kesehatan

Krisis gagal ginjal ini semakin parah oleh ketimpangan dalam akses layanan kesehatan.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah memiliki beban CKD yang tinggi, namun akses terhadap dialisis dan transplantasi ginjal sangat terbatas.

Di sisi lain, negara maju meskipun memiliki prevalensi CKD yang lebih rendah, memiliki akses yang lebih baik untuk terapi pengganti ginjal.

Ketidaksetaraan ini menyebabkan angka kematian akibat CKD di negara miskin tetap tinggi, karena banyak pasien tidak mendapatkan pengobatan yang diperlukan.

Pentingnya Deteksi Dini dan Kebijakan Kesehatan Publik

IHME menekankan pentingnya deteksi dini dalam memerangi CKD.

Meskipun banyak negara terkaya memiliki fasilitas kesehatan yang lebih baik, skrining untuk mendeteksi risiko masih jarang dilakukan.

Peneliti berharap agar temuan ini dapat mendorong pengambil kebijakan untuk lebih serius memasukkan CKD dalam agenda kesehatan publik.

Akses terhadap pengobatan yang efektif perlu diperluas untuk memperlambat kerusakan ginjal dan mencegah komplikasi jantung.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU