Setiap tanggal 17 November, dunia memperingati Hari Pelajar Internasional, sebuah momen reflektif untuk merayakan kontribusi dan peran penting pelajar di masyarakat.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Hari ini juga menjadi pengingat akan peristiwa tragis yang melibatkan mahasiswa dalam perjuangan kebebasan akademik dan hak asasi manusia.
Asal Usul Peringatan: Tragedi Praha 1939
Peringatan Hari Pelajar Internasional diawali dengan peristiwa kelam di Cekoslowakia pada tahun 1939, di tengah pendudukan Nazi Jerman.
Di bulan Oktober, mahasiswa kedokteran melakukan demonstrasi damai yang berujung pada tindakan kekerasan oleh pasukan pendudukan saat memperingati kemerdekaan Republik Cekoslowakia.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dampak Kematian Jan Opletal
Dalam insiden yang terjadi pada 28 Oktober 1939, seorang mahasiswa bernama Jan Opletal terkena tembakan dan meninggal pada 11 November.
Kematian Opletal memicu kemarahan di kalangan mahasiswa, yang pada 15 November menghadiri prosesi pemakamannya, yang kemudian berubah menjadi demonstrasi anti-Nazi yang signifikan.
Reaksi dan Peresmian Hari Pelajar Internasional
Pada 17 November 1939, pasukan Nazi menutup semua institusi pendidikan tinggi di Cekoslowakia, menangkap lebih dari 1.200 mahasiswa dan dosen serta mengeksekusi beberapa diantaranya tanpa pengadilan.
Tragedi ini menyebarkan kepedihan ke seluruh dunia, dan Dewan Pelajar Internasional di London pada 1941 mengusulkan 17 November sebagai hari mengenang para korban dan memperjuangkan hak-hak pelajar.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: