Ruben Onsu tengah menghadapi sejumlah masalah dalam hidupnya, namun ia memilih untuk menyikapi semuanya dengan lapang dada.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Dalam perbincangan terbaru, Ruben menyatakan bahwa pengalaman bertemu dengan para ulama membuatnya lebih bersyukur dan introspektif.
Pelajaran dari Ulama
Ruben Onsu mengungkapkan, 'Kalau ditanya bagaimana cara mensiasati segala cobaan, aku kemarin bertemu dengan para ulama-ulama dan mereka mengajarkan saya kesabaran, mengajarkan saya banyak untuk bersyukur.' Hal ini menunjukkan bagaimana ia mendapatkan bimbingan spiritual dalam menghadapi tantangan hidupnya.
Ia juga menyatakan, 'Saya diajarkan untuk tidak banyak mengeluh tetapi banyak mengajarkan untuk mengintrospeksi diri, harus menjadi manusia yang lebih baik lagi.' Pendekatan ini menjadi pegangan bagi Ruben untuk terus mengalami perbaikan diri.
Ruben menekankan pentingnya introspeksi untuk menjadi lebih baik: 'Maka, akan lebih baik lagi ketika kita mengoreksi diri kita sendiri tanpa mengoreksi orang lain.' Ini mencerminkan pandangannya bahwa kesempurnaan memang tidak mungkin dicapai.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Risiko, dan Tips Keamanan
Spiritualitas dan Pembelajaran
Mantan suami Sarwendah ini merasa bahwa setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kesalahan. 'Kalau kita merasa sempurna, kita enggak akan ada di bumi,' ujarnya, menunjukkan pentingnya berpikir secara realistis.
Ruben juga aktif mengikuti kajian agama Islam untuk memperkuat diri: 'Aku seperti dibukakan lagi pandangan matanya sama Allah.' Ini menandakan bahwa ia merasa terus mendapatkan petunjuk dalam perjalanan spiritualnya.
'Ketika mendengar ceramah, aku pasti lebih menggunakan waktu untuk introspeksi diri untuk menjadi lebih baik lagi,' tambahnya, menunjukkan kesadaran akan pentingnya mendengarkan nasihat dari para ahli.
Proses Pembelajaran yang Berkelanjutan
Ruben Onsu mengakui bahwa ia masih dalam proses belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. 'Alhamdulillah saya bisa belajar lagi secara perlahan,' ungkapnya dengan rasa syukur.
Ia menyadari bahwa banyak yang harus diperbaiki dalam dirinya. 'Dari proses pembelajaran itu ternyata masih banyak kekurangan. Saya masih harus banyak belajar, salat tobat lagi, banyak-banyak minta maaf dalam segala hal,' tutupnya dengan harapan untuk terus berkembang.
Komitmennya untuk terus belajar menunjukkan bahwa ia berupaya menjadikan hidupnya lebih bermakna melalui nilai-nilai spiritual dan introspeksi.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: