Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 15:47 WIB

Pembongkaran Rumah Ahmad Sahroni Pasca Penjarahan di Jakarta Utara

Author

Pembongkaran Rumah Ahmad Sahroni Pasca Penjarahan di Jakarta Utara

Rumah milik mantan anggota DPR, Ahmad Sahroni, di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah dibongkar dan rata dengan tanah. Proses pembongkaran ini dimulai setelah rumah tersebut dijarah oleh massa pada akhir Agustus 2025 lalu.

Baca juga: Proses Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Pada 14 November 2025, tampak dua ekskavator beroperasi di lokasi, mengangkut puing-puing dari sisa bangunan yang kini hanya menyisakan tumpukan material di area tersebut.

Proses Pembongkaran Rumah Sahroni

Pembongkaran rumah milik Ahmad Sahroni dimulai pada 10 November 2025. Dalam proses tersebut, ekskavator berwarna kuning terlihat menghancurkan sisa-sisa bangunan yang tersisa.

Material bangunan yang diangkut terdiri dari kayu, besi, dan pipa paralon. Sejumlah pekerja yang mengenakan kaos partai berlogo Ahmad Sahroni terlihat koordinatif dalam mengangkut bongkaran dengan truk menuju tempat pembuangan.

Untuk menjaga kebersihan dan menghindari debu, pekerja melakukan penyiraman dengan air. Material sisa juga dibersihkan dan ditata di lahan kosong di sekitar lokasi pembongkaran.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti

Kejadian Penjarahan yang Mengguncang

Pada akhir Agustus 2025, rumah Ahmad Sahroni mengalami kejadian penjarahan yang sangat traumatis. Dalam sebuah doa bersama pada 2 November 2025, Sahroni menceritakan pengalamannya saat bersembunyi dari massa.

Dia menjelaskan, 'Ada tiga orang bapak ibu menghampiri di kamar mandi melihat saya dan bertanya sama saya ... Akhirnya, plafonnya saya hancurin sekalian, tapi pintu kamar mandinya saya buka'.

Pengalaman menegangkan ini membuatnya merasa putus asa, dan ia mengungkapkan, 'Saya satu jam pertama duduk, bapak ibu. Sudah berserah diri kepada Allah SWT. Kalaupun hari itu meninggal, saya ikhlas.'

Dukungan Warga Sekitar

Setelah kejadian penjarahan, Ahmad Sahroni mendapatkan bantuan dari para tetangga di lingkungannya. Salah satu tetangga, Pak Haji Dhani, menyediakan tempat perlindungan sementara saat situasi semakin tidak aman.

Sahroni mengungkapkan rasa terima kasihnya, 'Saya ucapkan terima kasih buat Pak Haji Dhani dan istri yang telah menerima saya di rumah belakang pada saat saya persis jam 22.15 WIB malam, saya lompat dari belakang ke rumahnya beliau.'

Dukungan ini menunjukkan solidaritas yang kuat dari warga setempat dalam menghadapi situasi yang menegangkan dan mengguncang kehidupan sosial di sekitar.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU