Ketegangan dalam suksesi Keraton Surakarta semakin meningkat setelah GKR Timoer menuduh KGPH Hangabehi berkhianat. Tuduhan ini muncul pasca-wafatnya PB XIII, meninggalkan banyak pertanyaan terkait masa depan kepemimpinan keraton.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
KGPH Hangabehi membalas tuduhan tersebut dengan mengekspresikan ketidakpuasan terhadap proses suksesi yang dia anggap tidak transparan dan tidak melibatkan pihak-pihak yang berhak.
Ketidakpuasan terhadap Proses Suksesi
KGPH Hangabehi, putra tertua mendiang PB XIII, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap proses suksesi yang dituduhkan oleh GKR Timoer. Ia menegaskan, "Jadi menyikapi masalah tuduhan mbakyu (kakak perempuan) Timoer pada saya kemarin yang katanya berkhianat kepada kakak-kakaknya dan juga adiknya saya kira kurang pas."
Hangabehi merasa tidak pernah dilibatkan dalam diskusi mengenai wasiat yang ditinggalkan oleh PB XIII. Ia juga menyampaikan, "Hal ini menambah ketidakpuasan dalam proses suksesi yang dirasa tidak transparan."
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Kontroversi Pengukuhan PB XIV
Kontroversi semakin menyala setelah pengukuhan KGPAA Hamengkunegoro atau Gusti Purboyo sebagai PB XIV di depan jenazah PB XIII. KGPH Hangabehi berpendapat bahwa keputusan mengenai suksesi seharusnya diambil melalui musyawarah keluarga yang utuh.
"Pada waktu di Parasdya Sinuhun mau diberangkatkan itu saya kaget tahu-tahu ada kepyakan (pengukuhan). Di situ saya bertanya kepada Gusti Timoer 'loh ini katanya mau dibicarakan dulu, dirembuk keluarga.' Kok tahu-tahu sudah ada kepyakan," ujarnya mengungkapkan kekecewaannya.
Sebagai pihak yang memiliki hak, Hangabehi merasa diabaikan dalam saat-saat krusial ini. Ia memastikan bahwa kekacauan ini mirip dengan suksesi sebelumnya yang terjadi di keraton dan berharap agar tidak terulang.
Apresiasi Keluarga dan Pemerintah
Di tengah suasana duka, Hangabehi menegaskan bahwa saat sejumlah pejabat pemerintah melayat PB XIII, tidak ada pembahasan mengenai suksesi. "Beliau hanya menyampaikan dari keluarga besar keraton yang bisa diberikan pemerintah untuk dibantu dalam hal ini," jelasnya mengenai keterlibatan pemerintah.
Ia menggarisbawahi pentingnya melibatkan semua pihak dalam keluarga saat menentukan suksesi untuk menghindari kesalahpahaman di masa mendatang. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi sejarah keraton yang panjang dan kompleks.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: