Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan tanggap darurat akibat tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Pernyataan tersebut disampaikan usai bencana longsor yang menimpa daerah tersebut, mengakibatkan beberapa korban jiwa dan sejumlah orang hilang.
Perintah Presiden untuk Tanggap Darurat
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, presiden menyampaikan rasa duka cita dan perintah agar BNPB segera terjun ke lapangan.
BNPB diminta untuk membantu menyelesaikan penanganan bencana di Majenang hingga masa tanggap darurat berakhir.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Rencana Tindakan dan Sumber Daya
Sebanyak 512 personel telah dikerahkan, yang melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta organisasi relawan lainnya.
Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, BNPB juga menambah jumlah alat berat menjadi delapan unit dan menurunkan anjing pelacak (K9) di area longsor yang terjadi di Desa Cibeunying.
Situasi Terkini dan Tindakan Pencegahan
Pencarian korban dilakukan dengan hati-hati karena cuaca hujan sedang hingga ringan dapat memperburuk kondisi dan berpotensi terjadi longsor susulan.
BNPB juga mengimbau warga agar tetap waspada, karena hujan dengan intensitas sama masih diperkirakan akan terjadi hingga Minggu, 16 November.
Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: