Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 14:45 WIB

Xerostomia: Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Sistemik

Author

Xerostomia: Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Sistemik

Kondisi mulut kering atau xerostomia dapat menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Ahli kesehatan gigi dari Universitas Indonesia, drg. Febrina Rahmayanti, menjelaskan bahwa penurunan produksi air liur dapat berdampak luas bagi kesehatan sistemik.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Hilangnya kelembapan di mulut tidak hanya menimbulkan masalah lokal, tetapi juga bisa memicu berbagai penyakit di organ lain. Oleh karena itu, penting untuk tidak mengabaikan kondisi ini dan mengambil langkah preventif yang diperlukan.

Pemahaman Tentang Xerostomia

Xerostomia adalah istilah medis untuk kondisi mulut kering yang diakibatkan oleh kurangnya produksi air liur. Jika bersifat sementara, misalnya akibat stres, kondisi ini dapat menjadi kronis dan menandakan adanya masalah medis yang lebih besar.

Air liur berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme di mulut. Ketidakcukupan air liur dapat menyebabkan disbiosis, yang memperbesar risiko infeksi oleh virus, bakteri, hingga jamur.

Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing

Dampak Kesehatan dari Xerostomia

Kualitas kesehatan mulut memiliki pengaruh signifikan terhadap berbagai penyakit sistemik. Infeksi gusi yang tidak ditangani bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan kesehatan lainnya, termasuk diabetes dan osteoporosis.

Diabaikannya kesehatan mulut dapat berdampak serius, salah satunya meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting, terutama pada anak-anak. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan mulut sebagai pilar kesejahteraan.

Urgensi Kolaborasi dalam Penanganan Kesehatan Mulut

drg. Febrina menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam penanganan kesehatan mulut. Kesehatan mulut merupakan bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.

Kolaborasi antara dokter gigi, dokter umum, dan pembuat kebijakan sangat penting untuk menciptakan pendekatan komprehensif dalam penanganan masalah kesehatan yang berkaitan dengan mulut.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU