Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 19:39 WIB

Merger Grab dan GOTO: Peran BPI Danantara dan Aspek B2B dalam Proses Penggabungan

Author

Merger Grab dan GOTO: Peran BPI Danantara dan Aspek B2B dalam Proses Penggabungan

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) terlibat dalam pembahasan merger antara Grab dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Proses ini menekankan pentingnya aspek business-to-business (B2B) demi menjaga keberlanjutan usaha kedua perusahaan.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai merger sepenuhnya berada di tangan masing-masing perusahaan, sambil menegaskan pentingnya mengikuti masukan pemerintah dalam proses ini.

Pernyataan Resmi Danantara

Di Wisma Danantara, Pandu Sjahrir menegaskan bahwa keberhasilan merger bergantung pada aspek B2B. "Kita serahkan balik ke perusahaan yang masing-masing. Kan pemerintah juga udah ngasih masukan, kita pasti ngikutin masukannya dari pemerintah," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa Danantara akan mendukung proses merger ini dengan memperhatikan profitabilitas. "Mereka harus ngikuti B2B, kita lihat prosesnya, nantinya kita pasti akan support," tambahnya.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil

Kehati-Hatian dalam Proses Merger

Pandu Sjahrir mengingatkan agar semua pihak berhati-hati, mengingat Grab dan GOTO adalah perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa saham. "Tentu kita harus fokus B2B antara kedua perusahaan itu, dan jangan lupa mereka berdua perusahaan Tbk, jadi harus hati-hati kita ngomongnya," ujarnya.

Kehati-hatian sangat penting dalam komunikasi mengenai merger ini untuk mencegah kesalahpahaman diantara investor dan pemangku kepentingan.

Respon dari GOTO terhadap Wacana Merger

Direktur Legal dan Group Corporate Secretary GOTO, R. A Koesoemohadiani, menegaskan belum ada keputusan resmi terkait merger dengan Grab. Ia menyatakan bahwa, "Hingga saat ini belum ada suatu keputusan ataupun kesepakatan terkait hal tersebut. Setiap langkah yang diambil oleh GoTo akan senantiasa patuh terhadap peraturan perundang-undangan."

Koesoemohadiani juga menyoroti posisi finansial GOTO yang kuat, dengan laba sebelum pajak sebesar Rp 62 miliar. Hal ini menunjukkan kemajuan kesehatan keuangan perusahaan dan optimisme terhadap masa depan.

Baca juga: Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU