Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 14:39 WIB

Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo

Author

Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada sepuluh tokoh Indonesia di Istana Negara pada Senin, 10 November 2025, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 116TK Tahun 2025.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Salah satu penerima gelar tersebut adalah Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, yang memiliki sejarah penting dalam perkembangan militer Indonesia.

Latar Belakang Sarwo Edhie Wibowo

Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo lahir pada 25 Juli 1925 di Purworejo, Jawa Tengah, dengan kontribusi yang tak terelakkan dalam sejarah Indonesia.

Beliau dikenal berkat perannya dalam penumpasan Pemberontakan Gerakan 30 September 1965, yang merupakan peristiwa penting dalam sejarah militer Indonesia, menandakan sikap tegas terhadap ancaman terhadap negara.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Karir dan Penugasan Penting

Karir militer Sarwo Edhie ditandai dengan sejumlah prestasi. Ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, menunjukkan kepiawaian diplomatik dalam representasi negara di level internasional.

Selain itu, beliau pernah menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer (AKABRI) dan Ketua Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP-7) Pusat, yang menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan ilmu pendidikan dan sistem militer di Indonesia.

Warisan dan Penerus

Sebagai ayah dari Kristiani Herrawati, Sarwo Edhie telah mewariskan pemikiran dan nilai-nilai patriotisme kepada generasi selanjutnya. Cucunya, Agus Harimurti Yudhoyono, saat ini berperan sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Penganugerahan gelar pahlawan nasional ini tak hanya menggarisbawahi pengakuan terhadap jasa-jasa beliau, tetapi juga mencerminkan pengabdian keluarganya kepada bangsa dan negara, memperkuat hubungan antara sejarah dan generasi penerus.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU