Direktur Utama RSIJ Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo, mengungkapkan saat ini terdapat 13 korban ledakan yang masih dirawat di rumah sakit tersebut.
Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak
Dari 13 orang tersebut, dua pasien berada di unit perawatan intensif, sementara yang lainnya mengalami masalah pendengaran akibat gelombang ledakan.
Rincian Kondisi Korban
Pada tanggal 10 November, dr. Pradono menyatakan bahwa total 49 pasien yang merupakan korban ledakan telah diterima di Instalasi Gawat Darurat RSIJ Cempaka Putih, di mana 13 orang masih menjalani perawatan.
Sebagian besar dari korban ini mengalami cedera pada bagian telinga, dengan beberapa kasus mengalami kerusakan total pada gendang telinga.
Dr. Pradono menuturkan, 'Yang dirawat 13 orang ini hampir semuanya kondisinya berangsur-angsur membaik.'
Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM
Perkembangan Pasien di Ruang Intensif
Dua pasien yang dirawat di ruang intensif menunjukkan tanda-tanda perkembangan positif, meskipun proses pemulihan masih memerlukan waktu.
Pradono menyatakan, 'Posisi tadi pagi sudah mulai membuka mata yang di ICU dan sudah bisa mulai menggerakkan tangan dan kakinya sesuai dengan perintah.'
Meskipun demikian, pasien tersebut masih memerlukan perawatan lanjutan karena adanya luka bakar di wajah dan patah di rahang atas.
Status Terduga Pelaku dan Laporan Korban
Dalam wawancara, Pradono menyampaikan bahwa terduga pelaku yang menyebabkan ledakan juga mendapatkan perawatan di rumah sakit yang sama, namun informasi lebih lanjut mengenai kondisinya belum bisa disampaikan.
Ia menambahkan, 'Tentu terduga pelaku kondisinya juga berangsur baik, namun kami tidak mendapatkan otoritas dari pihak kepolisian untuk menceritakan lebih lanjut tentang kondisi beliau.'
Berdasarkan laporan terbaru, total korban yang menerima perawatan di tiga rumah sakit mencapai 70 orang, di mana 38 di antaranya sudah dipulangkan.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: