Jumat, 07 NOVEMBER 2025 • 10:58 WIB

Penurunan Signifikan Transaksi Judi Online di Indonesia

Author

Penurunan Signifikan Transaksi Judi Online di Indonesia

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengungkapkan bahwa nilai transaksi judi online di Indonesia mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH

Dari angka Rp359 triliun pada tahun 2024, transaksi judi online tercatat menurun menjadi Rp155 triliun hingga kuartal ketiga tahun 2025.

Penurunan Transaksi dan Deposit

Ivan Yustiavandana menjelaskan bahwa nilai deposit untuk para pemain judi online juga mengalami penurunan signifikan. Sepanjang tahun 2024, nilai deposit ini tercatat mencapai Rp51 triliun, namun pada kuartal ketiga tahun 2025, jumlah tersebut hanya mencapai Rp24,9 triliun atau mengalami penurunan lebih dari 45%.

Artinya, upaya kolaborasi yang kuat di bawah arahan Presiden Indonesia telah memberikan hasil yang signifikan dalam menurunkan nilai transaksi judi online. Hal ini mencerminkan keberhasilan langkah-langkah yang diambil oleh berbagai pihak untuk membatasi akses masyarakat terhadap perjudian.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan

Analisis Profil Pemain Judi Online

Ivan juga menyoroti profil pemain judi online di Indonesia, di mana sebagian besar berasal dari kelompok dengan pendapatan rendah. Sekitar 80% pemain judi online sebelumnya memiliki pendapatan Rp5 juta atau kurang per bulan.

Namun, saat ini jumlah pemain dalam kategori ini telah menurun tajam sebesar 67,92% dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini menunjukkan bahwa upaya pengurangan akses perjudian online mulai membuahkan hasil yang nyata.

Kolaborasi dan Dampaknya

Ivan menegaskan bahwa penurunan akses masyarakat yang mencapai 70% terhadap situs-situs judi online merupakan hasil kolaborasi yang sangat kuat antara berbagai stakeholder. Khususnya, kolaborasi ini melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) sebagai salah satu pihak yang berperan penting.

Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi antara berbagai instansi dapat mengurangi aksesibilitas judi online dan secara signifikan mengubah perilaku masyarakat. Ivan menyatakan, 'Ini berkat kolaborasi yang sangat kuat antara seluruh stakeholder yang berkepentingan.'

Baca juga: Kompetisi Ketat: Manchester United dan Manchester City Berburu Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU