Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 23:03 WIB

Kampung Bahari: Tantangan Dalam Perang Melawan Narkoba

Author

Kampung Bahari: Tantangan Dalam Perang Melawan Narkoba

Kampung Bahari di Jakarta Utara telah dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat pengungkapan kasus narkoba tertinggi di DKI Jakarta dalam satu dekade terakhir.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Operasi penggerebekan yang dilakukan oleh BNN dan Polda Metro Jaya menunjukkan bahwa meski banyak pelaku ditangkap, ekosistem narkoba di kawasan tersebut tetap utuh.

Pola Penindakan yang Berulang

Rata-rata, lebih dari satu operasi besar dilakukan setiap tahun oleh gabungan BNN, Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Utara.

Dalam setiap razia, aparat menyita berbagai jenis barang bukti, mulai dari sabu, ekstasi hingga senjata tajam.

Namun, setelah penggerebekan mereda, transaksi narkoba kerap kembali berlangsung di gang-gang sempit yang sulit diawasi.

Keadaan ini diperburuk dengan kepadatan permukiman yang menyulitkan pengawasan, sering kali membuat aparat kesulitan dalam menegakkan hukum.

Jejak Kasus Besar dan Jaringan Bandar

Beberapa peristiwa dramatis telah menjadikan Kampung Bahari sebagai simpul jaringan narkotika nasional.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti

Salah satu di antaranya adalah penangkapan bandar besar Alex Bonpis pada Januari 2023.

Alex Bonpis, yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang, ditangkap di daerah Subang dan dikaitkan dengan jaringan yang membeli sabu dari Irjen Teddy Minahasa.

Keberadaan jaringan ini menunjukkan bahwa Kampung Bahari tidak hanya menjadi lokasi transaksi, namun juga pusat distribusi narkoba yang lebih luas di tingkat nasional.

Begal dan Bandar Mesra di Kampung Bahari

Penggerebekan pada tahun 2016 mengungkap adanya hubungan barter antara sindikat begal motor dan bandar narkoba di Kawasan Kampung Bahari.

"Jadi, motor-motor yang dibegal selama ini dibarter dengan sabu milik bandar. Praktik ini sudah berjalan cukup lama," ungkap Kapolres Jakarta Utara saat itu, Kombes Daniel Bolly Tifaona.

Transaksi dilakukan dengan sangat cepat, bahkan hanya melalui jendela rumah tanpa kontak fisik dan tidak lebih dari lima menit.

Penemuan sabu dan senjata tajam saat penggerebekan memperkuat dugaan hubungan antara pembegalan dan peredaran narkoba.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU