Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 11:58 WIB

Potensi Gempa di Tiga Zona Megathrust Indonesia

Author

Potensi Gempa di Tiga Zona Megathrust Indonesia

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan adanya tiga zona megathrust di Indonesia yang berpotensi menimbulkan gempa besar.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Ketiga zona tersebut berada di Mentawai, Selat Sunda, dan Sumba, yang belum mengalami aktivitas seismik besar selama ratusan tahun.

Pentingnya Memahami Potensi Gempa

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan risiko bencana alam tertinggi di dunia. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografi yang kompleks, di mana Indonesia berada pada pertemuan tiga lempeng aktif utama dunia: lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

Teuku Faisal Fathani menjelaskan, "Wilayah Indonesia terdapat 13 segmen megathrust, dan diyakini bahwa megathrust pada nomor 4 di daerah Mentawai, nomor 7 di daerah Selat Sunda, dan nomor 10 di Sumba adalah zona sumber gempa aktif yang belum terjadi gempa besar dalam rentang waktu selama puluhan hingga ratusan tahun."

Kesadaran tentang potensi gempa sangat penting agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Masyarakat di sekitar zona ini perlu mengelola pengetahuan tentang risiko yang ada.

Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing

Akumulasi Energi Tektonik

Kondisi seismik yang tenang selama ratusan tahun tidak menutup kemungkinan terjadinya gempa besar di masa mendatang. Teuku menegaskan, "Diduga kuat saat ini sedang terjadi proses akumulasi energi tektonik yang dapat merilis gempa besar sewaktu-waktu tanpa dapat diprediksi."

Penelitian lebih lanjut mengenai akumulasi energi ini menjadi keharusan untuk memperkaya data mengenai aktivitas seismik di kawasan tersebut. Oleh karena itu, penting dilakukan asesmen mendalam terkait dinamika geologi di area megathrust.

Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap potensi gempa, masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

Kebijakan dan Penanganan Bencana

Dalam rapat tersebut, para menteri yang hadir juga diingatkan mengenai pentingnya penanganan bencana alam, mengingat potensi ancaman yang terus ada. BMKG terus melakukan monitoring dan penelitian untuk memberikan informasi yang akurat mengenai kondisi geologis.

Teuku menyatakan, "Indonesia adalah negara yang rawan bencana karena kondisi geografis, geologis, dan klimatologis yang sangat kompleks."

Kerja sama antara berbagai institusi serta masyarakat sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan upaya mitigasi bencana dan penanganan krisis yang lebih efektif. Kesiapsiagaan dari semua pihak menjadi kunci untuk mengurangi dampak dari ancaman bencana.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU