Rabu, 05 NOVEMBER 2025 • 17:28 WIB

Penemuan Spesies Tikus Langka di Papua Nugini: Momen Bersejarah dalam Penelitian Biodiversitas

Author

Penemuan Spesies Tikus Langka di Papua Nugini: Momen Bersejarah dalam Penelitian Biodiversitas

Pada awal 2025, seorang peneliti asal Ceko berhasil menemukan spesies tikus langka di Papua Nugini yang sebelumnya hanya tersedia dalam bentuk spesimen di museum.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji

Tikus wol Subalpin raksasa (Malomys istapantap) ini dianggap sebagai penemuan signifikan, mengingat spesies ini tidak terdeteksi di alam liar selama hampir tiga dekade.

Ekspedisi Penelitian di Pegunungan Papua

Penelitian ini dilakukan oleh František Vejmělka dari Biology Centre CAS dan University of South Bohemia, yang melakukan ekspedisi selama enam bulan di pegunungan Papua Nugini.

Tim peneliti mencapai ketinggian sekitar 3.700 meter di atas permukaan laut, berusaha keras untuk menemukan dan mendokumentasikan spesies langka dalam habitat alaminya.

Vejmělka mengabadikan penemuan tersebut melalui gambar dan video, menunjukkan tikus wol Subalpin di lingkungan alaminya.

Ia mengungkapkan rasa takjubnya, 'Sungguh menakjubkan bahwa hewan sebesar dan seindah ini masih sangat kurang dipelajari. Berapa banyak lagi yang bisa ditemukan tentang keanekaragaman hayati pegunungan tropis?'

Peran Penting Masyarakat Lokal dalam Penelitian

Selama penelitiannya, Vejmělka menerima bantuan signifikan dari masyarakat adat lokal dan pemburu di Papua Nugini.

Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel

Ia mengatakan, 'Jika bukan karena para pemburu pribumi yang menemani saya di pegunungan dan membantu saya menemukan hewan-hewan tersebut, saya tidak akan pernah bisa mengumpulkan data ini.'

Kolaborasi ini menyoroti pentingnya pengetahuan lokal dalam memperkuat penelitian ilmiah, terutama dalam mengumpulkan data spesies yang sulit dijangkau.

Inisiatif ini juga berfungsi sebagai indikator penting tentang pelestarian keanekaragaman hayati di wilayah yang masih minim dijelajahi.

Spesies Tikus yang Menarik Perhatian

Mallomys istapantap, spesies tikus ini memiliki panjang sekitar 85 cm dan berat hingga 2 kg, dengan bulu tebal yang melindunginya dari lingkungan dingin di pegunungan.

Karakteristik nokturnalnya membuat spesies ini sulit ditemukan selama siang hari, di mana mereka cenderung bersembunyi di lubang atau di antara ranting pohon.

Habitatnya yang sulit dijangkau menjadi alasan mengapa spesies ini tidak tercatat di alam liar selama hampir tiga dekade, hingga penemuan terbaru ini.

Dalam penelitiannya, tim Vejmělka juga berhasil mendokumentasikan 61 spesies mamalia non-terbang lainnya, memberikan gambaran lebih jelas tentang keragaman mamalia di kawasan tersebut.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Emas untuk Karier

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU