Penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) memasuki hari ke-36, mencetak rekor baru sebagai shutdown terpanjang dalam sejarah negara tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Kongres gagal mencapai kesepakatan mengenai undang-undang pendanaan sementara, memicu krisis yang berdampak luas pada sektor ekonomi dan masyarakat.
Faktor Penyebab Shutdown
Penutupan ini berawal dari perselisihan antara Partai Demokrat dan Partai Republik mengenai rancangan undang-undang pendanaan pemerintah.
Salah satu isu utama yang menciptakan kebuntuan adalah program subsidi layanan kesehatan berdasarkan The Patient Protection and Affordable Care Act of 2010 (ACA).
Demokrat menuntut perpanjangan program tersebut yang akan segera kedaluwarsa, sementara Partai Republik menolak permintaan itu tinggi atas dasar penghematan anggaran.
Kedua belah pihak memiliki argumen yang bertolak belakang; Demokrat mengklaim bahwa RUU yang diusulkan tidak memadai untuk mendukung kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Implikasi dari shutdown ini sangat terasa, terutama di sektor transportasi. Ribuan pegawai pengatur lalu lintas udara dan petugas keamanan bandara tidak dapat bekerja akibat pemotongan gaji, yang menyebabkan penundaan penerbangan masif di sejumlah kota besar.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Lebih lanjut, sekitar 42 juta warga AS yang bergantung pada bantuan pangan federal (SNAP) dipastikan hanya akan menerima setengah dari manfaat bulanan mereka untuk bulan November, yang meningkatkan ketegangan sosial di tengah cita hidup yang tinggi.
Kondisi ini telah mengakibatkan penurunan kepercayaan baik dari bisnis maupun konsumen di tengah ketidakpastian kapan negosiasi di Capitol Hill akan kembali membuahkan hasil.
Beberapa anggota senat dari kedua partai sudah mengungkapkan frustrasi terhadap situasi ini, meskipun ada petunjuk bahwa pembicaraan informal mulai berlangsung.
Sejarah Penutupan Pemerintahan di AS
Shutdown bukan hal baru dalam narasi politik Amerika Serikat, dengan 22 kali penutupan terjadi dalam lima dekade terakhir. Shutdown terlama sebelumnya berlangsung pada masa Donald Trump dari 22 Desember 2018 hingga 25 Januari 2019, selama 35 hari.
Sejarah juga mencatat periode penutupan di era Bill Clinton yang berlangsung selama 21 hari dan beberapa kali peristiwa serupa di masa pemerintahan Ronald Reagan dan Jimmy Carter.
Hanya terjadi dua kali shutdown di masa Presiden Bill Clinton, sedangkan Barack Obama, George W. Bush, dan Gerald Ford mengalami satu kali shutdown setiap masa tugas mereka.
Data mengenai shutdown sebelumnya menunjukkan bagaimana krisis ini menjadi bagian dari tantangan sistem pemerintahan AS dan dinamika politik yang ada.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: