Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 14:35 WIB

Ancaman Pendanaan Federal dan Dinamika Pemilihan Wali Kota New York

Author

Ancaman Pendanaan Federal dan Dinamika Pemilihan Wali Kota New York

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghentikan pendanaan federal untuk New York City jika kandidat Demokrat Zohran Mamdani menang dalam pemilihan wali kota mendatang.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Rincian Peristiwa Penembakan Gas Air Mata di Kawasan Tamansari

Dukungan Trump untuk mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo, menciptakan ketegangan baru di tengah persaingan politik yang semakin memanas.

Dukungan dan Ancaman dari Trump

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan, "Saya meyakini sepenuhnya bahwa New York City akan menjadi bencana ekonomi dan sosial total jika Mamdani menang."

Ia menambahkan, dukungan terhadap Cuomo adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan Mamdani, yang dianggapnya "komunis tanpa pengalaman dan dengan catatan kegagalan total."

Trump juga memperingatkan bahwa jika Mamdani terpilih, "sangat kecil kemungkinan saya akan menyalurkan dana federal untuk New York, kecuali dalam jumlah minimum yang diwajibkan."

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Reaksi Cuomo dan Strategi Kampanye

Cuomo merespons ancaman Trump tanpa secara eksplisit meminta dukungannya dengan menyatakan, "Kita tahu Trump akan mengirim Garda Nasional ke New York jika Mamdani menang. Kita tidak bisa membiarkan itu terjadi."

Ia berusaha menegaskan bahwa New York memerlukan wali kota yang mampu menjamin pendanaan yang layak bagi kota tersebut.

Setelah mengundurkan diri sebagai gubernur pada tahun 2021 karena skandal, Cuomo kini berfokus untuk menarik suara konservatif dengan retorika anti-sosialis.

Pertarungan Ideologi dan Tingkat Partisipasi Pemilih

Pemilihan wali kota tahun ini mencatat rekor baru dengan 735.317 suara awal, empat kali lipat dibandingkan pemilih awal pada tahun 2021 menurut data Dewan Pemilihan Kota New York.

Mamdani menawarkan visi progresif untuk kota, dengan rencana untuk transportasi gratis, pembekuan sewa, dan layanan penitipan anak universal, yang akan didanai melalui pajak bagi orang kaya.

Jika terpilih, ia akan membuat sejarah sebagai wali kota Muslim pertama, serta menjadi pemimpin kelahiran Afrika dan keturunan Asia Selatan di New York City, sementara Cuomo mengandalkan dukungan dari elit bisnis.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU