Senin, 03 NOVEMBER 2025 • 14:10 WIB

Pemerintah Siapkan Diskon Angkutan Umum dan Program Bantuan untuk Masyarakat Selama Libur Nataru 2025-2026

Author

Pemerintah Siapkan Diskon Angkutan Umum dan Program Bantuan untuk Masyarakat Selama Libur Nataru 2025-2026

Pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar Rp180 miliar untuk memberikan diskon pada tarif angkutan umum selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel

Inisiatif ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di penghujung tahun.

Rincian Diskon Transportasi Selama Nataru

Diskon yang ditawarkan mencakup potongan harga tiket kereta api dari PT KAI sebesar 30 persen.

Selain itu, PT Pelni akan memberikan diskon sebesar 20 persen dari tarif dasar angkutan laut, dan 100 persen untuk jasa pelabuhan angkutan penyeberangan PT ASDP.

Pemerintah juga merencanakan potongan harga untuk tiket pesawat yang akan diumumkan lebih lanjut.

Purbaya menyatakan bahwa diskon ini adalah salah satu strategi untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2025.

Bantuan Langsung Tunai Sejahtera

Sebagai tambahan, pemerintah mempercepat penyaluran bantuan langsung tunai sejahtera (BLTS) kepada 35,05 juta keluarga penerima manfaat.

Baca juga: iPhone 17 Series: Tanpa SIM Tray, Hanya Mengandalkan eSIM

BLTS ini memberikan bantuan sebesar Rp900 ribu untuk setiap keluarga selama tiga bulan, dengan total anggaran pencairan sebesar Rp31,5 triliun.

Saat ini, Rp18 triliun dari total alokasi tersebut telah dicairkan.

Purbaya menegaskan kecepatan penyaluran bantuan ini sangat penting untuk memastikan semua bantuan sampai kepada masyarakat tepat waktu.

Program Magang untuk Lulusan Perguruan Tinggi

Pemerintah juga menyediakan alokasi Rp1,37 triliun untuk program magang bagi lulusan perguruan tinggi, dengan target awal 20.000 peserta fresh graduate.

Setiap peserta program magang akan menerima uang saku rata-rata sebesar Rp3,8 juta per bulan, dengan durasi yang bervariasi antara 2,5 bulan pada 2025 dan 3,5 bulan pada 2026.

Purbaya menjelaskan bahwa ini adalah langkah strategis untuk mempersiapkan lulusan memasuki pasar kerja dan meningkatkan daya saing mereka.

Inisiatif ini diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran di kalangan lulusan baru.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU