Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 14:22 WIB

Fenomena Busa Hitam Misterius di Subang: Asal, Dampak, dan Respons Pihak Berwenang

Author

Fenomena Busa Hitam Misterius di Subang: Asal, Dampak, dan Respons Pihak Berwenang

Sebuah fenomena busa hitam misterius baru-baru ini menarik perhatian masyarakat di Subang, Jawa Barat, dengan munculnya gumpalan mirip awan yang beterbangan di daerah tersebut.

Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat

Menurut Kapolsek Patokbeusi, Kompol Anton Indra Gunawa, busa tersebut berasal dari sebuah perusahaan di Karawang dan substansi itu dinyatakan tidak berbahaya bagi warga.

Kronologi Munculnya Busa Hitam

Pada tanggal 24 Oktober 2025, fenomena busa hitam ini mulai viral setelah video yang menampilkannya beredar di media sosial. Menurut Kapolsek Patokbeusi, Anton, busa tersebut terbawa oleh angin saat terjadi hujan deras dan kondisi cuaca yang tidak stabil.

Dia menjelaskan, 'Karena curah hujan sangat besar, gelembung itu naik lalu tertiup angin dan terbang.' Kondisi cuaca yang mendukung telah membuat busa berpindah dari lokasi asalnya di Karawang ke wilayah Subang.

Setelah dilakukan pengecekan, pihak kepolisian memastikan bahwa busa hitam ini berasal dari industri pengolahan biang gula dan telah melalui prosedur pengolahan limbah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH

Pernyataan Pihak Berwenang

Kapolsek Anton menegaskan bahwa busa tersebut tidak mengandung zat beracun. 'Kami sudah konfirmasi ke perusahaan bahwa busa itu tidak mengandung zat beracun. SOP pengolahan limbah sudah berjalan,' ucapnya.

Meskipun fenomena ini menimbulkan beberapa keluhan dari warga terkait bau yang muncul saat busa jatuh ke tanah, bau tersebut disebutkan bersifat sementara. 'Menurut warga, memang ada bau saat kejadian, tetapi setelah terkena air, hilang dan tidak tercium lagi,' lanjut Anton.

Kehadiran busa tersebut juga tidak berdampak buruk pada lingkungan, termasuk tidak menimbulkan kematian pada ikan di area perairan setempat.

Respons dari Gubernur dan Dinas Lingkungan Hidup

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat untuk segera menyelidiki penyebab fenomena ini. Ia menegaskan pentingnya mendapat laporan resmi terkait isu tersebut.

'Saya sudah minta, kan itu tim ya, kan tidak boleh disimpulkan oleh gubernur. Nanti tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan pengecekan apa itu,' kata Dedi.

Sementara itu, Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menyatakan bahwa mereka belum menerima laporan resmi mengenai fenomena ini, namun akan segera menelusuri sumber dan penyebab busa hitam tersebut.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU