Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengimbau masyarakat Jakarta untuk melindungi diri dari paparan mikroplastik yang terdeteksi dalam air hujan.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Ia menyarankan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama setelah hujan.
Pentingnya Menggunakan Masker
Dalam pernyataannya, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa mikroplastik dapat terperangkap dalam air hujan dan dapat terpapar pada manusia saat beraktivitas di luar.
'Jadi memang, plastik ini kalau masuk ke dalam kan akan stay lama. Imbauan saya buat masyarakat, ya kalau bisa, yang paling aman melindunginya pakai masker kalau hujan di luar,' ujarnya.
Menyoroti pentingnya pencegahan, Budi menekankan bahwa langkah ini tidak hanya bergantung pada individu.
'Mungkin pencegahan lainnya yang paling bagus memang di hulunya. Tapi memang kita mesti mengurangi sumber polusi dari mikroplastik ini,' tambahnya.
Respons Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menindaklanjuti temuan tentang meningkatnya mikroplastik.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Terbaru dalam Teknologi Visual untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Ia mengatakan, 'Kita tentunya seperti yang disampaikan Pak Menteri Kesehatan, kami segera untuk hal yang berkaitan dengan plastik, terus terang untuk PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dan sebagainya akan segera kita realisasikan.'
Pramono juga menegaskan pentingnya pencegahan mandiri bagi masyarakat.
'Tapi saya setuju bahwa memang untuk pencegahan di awal, ya masyarakat harus prepare untuk menggunakan masker,' ujarnya.
Penemuan Mikroplastik dalam Air Hujan
Penelitian oleh BRIN sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan mikroplastik yang signifikan di Jakarta, terutama di Muara Angke.
Profesor Riset BRIN Muhammad Reza Cordova menyatakan, 'Sebenarnya dulu sudah pernah kami informasikan, kami melakukan kajian mikroplastik di Muara Angke di titik yang sama itu meningkat lima kali lipat dari tahun 2015 ke 2022.'
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa air hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik yang berbahaya, yang berasal dari aktivitas manusia.
Kebiasaan open dumping dalam pengelolaan sampah menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatnya mikroplastik di Ibu Kota.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: